periskop.id - Konsol generasi terbaru dari Sony kembali jadi perhatian gamer global setelah kehadiran PlayStation 5 Pro. Versi “Pro” ini dirancang sebagai peningkatan performa dari PS5 standar dengan fokus utama pada grafis lebih tajam, frame rate stabil, dan teknologi ray tracing generasi baru. Kehadiran PS5 Pro sekaligus menandai strategi Sony untuk mempertahankan dominasi konsol premium di tengah persaingan industri gaming yang semakin agresif.
Sony pertama kali memperkenalkan PS5 Pro secara global pada September 2024 sebelum resmi dirilis pada 7 November 2024. Konsol ini diposisikan sebagai perangkat kelas enthusiast untuk gamer yang menginginkan pengalaman visual maksimal, terutama pada resolusi 4K dan refresh rate tinggi.
Secara desain, PS5 Pro masih mempertahankan identitas futuristik khas PlayStation 5. Namun, terdapat garis aksen tambahan di bagian tengah bodi yang membedakannya dari PS5 biasa maupun PS5 Slim. Ukurannya juga sedikit lebih ramping dibanding model awal PS5 generasi pertama.
Rilis PS5 Pro di Indonesia
Setelah cukup lama dinanti gamer Tanah Air, Sony akhirnya resmi membawa PS5 Pro ke Indonesia pada 20 Mei 2026 melalui jaringan distribusi resmi PlayStation Asia. Harga resminya dipasarkan di kisaran Rp15.499.000.
Harga tersebut memang tergolong tinggi untuk pasar konsol Indonesia. Namun Sony menilai PS5 Pro menyasar segmen gamer premium yang mengutamakan performa dan kualitas visual dibanding sekadar bermain game standar.
Di pasar global sendiri, PS5 Pro dibanderol mulai USD 699,99 saat peluncuran awal. Beberapa analis industri menilai harga tersebut menjadi salah satu faktor yang memicu perdebatan di komunitas gamer karena selisihnya cukup jauh dibanding PS5 reguler.
Bedanya PS5 Pro dengan PS5 Biasa
Perbedaan terbesar antara PS5 Pro dan PS5 standar terletak pada kemampuan grafisnya. Sony meningkatkan GPU PS5 Pro dengan 67 persen compute units lebih banyak dan bandwidth memori 28 persen lebih cepat. Hasilnya, rendering game diklaim bisa meningkat hingga 45 persen dibanding PS5 biasa.
PS5 Pro juga membawa teknologi baru bernama PSSR atau PlayStation Spectral Super Resolution. Teknologi berbasis AI ini berfungsi meningkatkan kualitas gambar agar tampak lebih tajam tanpa membebani performa secara berlebihan. Konsepnya mirip teknologi DLSS milik NVIDIA di PC gaming modern.
Selain itu, fitur ray tracing di PS5 Pro mengalami peningkatan signifikan. Pantulan cahaya, bayangan, dan efek refleksi dalam game tampil lebih realistis dengan kecepatan pemrosesan dua hingga tiga kali lebih cepat dibanding PS5 standar.
Dari sisi penyimpanan, PS5 Pro langsung dibekali SSD 2TB. Kapasitas ini dua kali lebih besar dibanding sebagian model PS5 standar yang umumnya hadir dengan SSD sekitar 1TB atau kurang setelah dipotong sistem. Gamer yang sering menginstal game AAA berukuran besar jelas akan merasakan manfaat tambahan ruang penyimpanan tersebut.
PS5 Pro juga sudah mendukung Wi-Fi 7 dan optimalisasi performa untuk televisi 4K 120Hz hingga 8K. Hal ini membuat konsol lebih siap menghadapi perkembangan teknologi display beberapa tahun ke depan.
Meski begitu, ada satu hal yang cukup banyak dikritik komunitas gamer: PS5 Pro dijual tanpa disc drive bawaan. Pengguna yang masih ingin memainkan game fisik harus membeli drive tambahan secara terpisah.
Untuk gamer kasual, PS5 standar sebenarnya masih sangat mumpuni memainkan game modern dengan kualitas tinggi. Namun bagi gamer hardcore yang menggunakan TV 4K premium, mengejar frame rate tinggi, atau ingin menikmati visual terbaik di game seperti Spider-Man 2, Horizon Forbidden West, hingga GTA VI mendatang, PS5 Pro menawarkan peningkatan yang cukup terasa.
Banyak pengamat industri teknologi dari media global seperti TechRadar, GameSpot, hingga Polygon menilai PS5 Pro lebih cocok disebut sebagai “console enthusiast edition” dibanding upgrade wajib bagi semua pengguna PS5.
Dengan semakin berkembangnya teknologi ray tracing dan AI upscaling, PS5 Pro juga diprediksi menjadi fondasi penting sebelum Sony melangkah menuju generasi PlayStation berikutnya di masa depan.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar