periskop.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Oktober 2025 yang tumbuh 8,8% menembus angka 5,3 juta orang. Tren ini mengindikasikan pulihnya preferensi masyarakat terhadap moda transportasi cepat untuk mobilitas antarkota.
"Peningkatan ini menunjukkan transportasi udara tetap menjadi pilihan utama untuk pergerakan cepat baik bagi penumpang maupun logistik, terutama di rute-rute yang menghubungkan kota-kota besar," tutur Deputi Statistik Bidang Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (1/12).
Pudji merinci pertumbuhan positif tidak hanya terjadi di rute domestik. Penumpang tujuan internasional turut mengalami kenaikan meski tipis.
Tercatat ada pertumbuhan sebesar 0,53% pada rute luar negeri. Total volume penumpang internasional pada periode tersebut mencapai 1,8 juta orang.
Geliat sektor udara juga tercermin pada lalu lintas barang. Pengangkutan logistik domestik via udara melesat tajam 9,92% menyentuh angka 54,3 ribu ton.
Kendati demikian, BPS memberikan catatan khusus terkait data kumulatif sepanjang tahun.
Jika dihitung dari Januari hingga Oktober 2025, jumlah penumpang domestik sebenarnya mengalami koreksi negatif sebesar 6,39% menjadi 49,5 juta orang.
Sebaliknya, data kumulatif penumpang internasional justru menunjukkan tren positif. Terjadi kenaikan solid sebesar 8,67% dengan total 17,1 juta orang sepanjang tahun berjalan.
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi pada moda transportasi laut. Pada Oktober lalu, jumlah penumpang kapal domestik justru menyusut 3,01% menjadi 2,3 juta orang.
BPS menduga penurunan ini dipengaruhi oleh faktor musiman serta pergeseran preferensi masyarakat yang kembali memilih pesawat karena faktor kecepatan.
Meski penumpang turun, kapal laut tetap menjadi raja logistik. Volume barang yang diangkut naik 2,99% mencapai 44,6 juta ton pada bulan tersebut.
Secara keseluruhan tahun 2025, transportasi laut menunjukkan performa gemilang. Total penumpang kumulatif naik 17,3% menjadi 25,6 juta orang.
Demikian pula dengan angkutan barang laut yang tumbuh 16,53% menjadi 415,7 juta ton. Data ini mengukuhkan peran transportasi laut sebagai tulang punggung distribusi logistik nasional.
Tinggalkan Komentar
Komentar