periskop.id - Tahun 2026 ini, pola arus mudik diprediksi sedikit berbeda. Berdasarkan kalender, Idulfitri jatuh pada 21 dan 22 Maret 2026. Namun, karena momen ini berdekatan dengan hari raya Nyepi (19 Maret) serta masa libur sekolah yang cukup panjang, pemerintah memperkirakan akan ada dua gelombang kepadatan kendaraan.
Demi menjamin keselamatan dan kelancaran kita semua, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Korlantas Polri telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pengaturan lalu lintas. Aturan ini bertujuan memaksimalkan kapasitas jalan nasional dan tol agar kita tidak terjebak kemacetan panjang.
Mari simak rincian jadwal rekayasa lalu lintas one way (satu arah) yang wajib diketahui sebelum berangkat.
Jadwal Sistem One Way (Satu Arah)
Sistem satu arah diberlakukan untuk memberikan ruang lebih luas bagi volume kendaraan yang melonjak tajam pada satu arah tertentu. Berikut jadwalnya:
1. Periode Arus Mudik (Ke Arah Jawa Tengah atau Timur)
Bagi Anda yang berencana berangkat lebih awal, sistem satu arah dimulai tepat pada hari ini:
- Waktu: Selasa, 17 Maret 2026 (pukul 12.00 WIB) hingga Jumat, 20 Maret 2026 (pukul 24.00 WIB).
- Lokasi: Mulai dari Tol Jakarta-Cikampek KM 47 sampai dengan Tol Semarang-Solo KM 421.
- Catatan: Selama sistem ini berlaku, semua pintu masuk tol menuju arah Jakarta akan ditutup sementara. Petugas akan memprioritaskan kendaraan yang bergerak menuju arah timur.
2. Periode Arus Balik (Kembali ke Jakarta)
Untuk perjalanan pulang setelah berlebaran, perhatikan jadwal berikut agar tidak salah masuk jalur:
- Waktu: Senin, 23 Maret 2026 (pukul 12.00 WIB) hingga Minggu, 29 Maret 2026 (pukul 24.00 WIB).
- Lokasi: Mulai dari Tol Semarang-Solo KM 421 menuju Tol Jakarta-Cikampek KM 70.
- Catatan: Kebalikan dari arus mudik, saat arus balik berlangsung, pintu tol menuju arah Semarang akan ditutup untuk mengutamakan kendaraan yang kembali ke Jakarta.
Strategi Rekayasa Lainnya
Selain one way, petugas di lapangan juga telah menyiapkan skema contra flow (lawan arus) dan metode ganjil-genap secara situasional. Artinya, penerapan aturan ini akan sangat bergantung pada diskresi kepolisian di lapangan dengan melihat kondisi kepadatan jalan secara real-time.
Tips Mudik Aman dan Nyaman
Agar perjalanan Anda tidak berujung stres di tengah jalan, pastikan Anda melakukan beberapa hal penting seperti mengecek saldo e-Toll untuk memastikan jumlahnya mencukupi agar tidak memicu antrean panjang di gerbang tol.
Selain itu, perhatikan selalu kondisi fisik dan kendaraan dengan memeriksa tekanan ban, rem, serta mesin, dan jangan pernah memaksakan diri menyetir jika merasa mengantuk, melainkan segera manfaatkan rest area yang tersedia.
Terakhir, pastikan Anda selalu memperbarui informasi dengan memantau kanal resmi dari akun media sosial Korlantas Polri atau menggunakan aplikasi navigasi untuk mengetahui dinamika lalu lintas terbaru secara real-time.
Tinggalkan Komentar
Komentar