periskop.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto bergerak cepat menormalisasi jalur rel di emplasemen Stasiun Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, setelah insiden anjlokan KA Bangunkarta pada Senin (6/4) siang.
Jalur yang sempat terganggu akhirnya kembali bisa dilalui kereta api pada Selasa (7/4) dini hari pukul 04.08 WIB, usai proses evakuasi dan perbaikan selama kurang lebih 14 jam.
“Jalur tersebut telah kembali dapat dilalui kereta api dini hari tadi setelah melalui proses evakuasi sarana dan perbaikan jalur selama kurang lebih 14 jam,” ujar Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin dikutip dari Antara, Selasa (7/4).
Ia menegaskan keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras tim tanggap darurat yang bekerja tanpa henti sejak kejadian berlangsung.
Penanganan dilakukan dengan dua fokus utama: evakuasi rangkaian KA Bangunkarta yang anjlok serta normalisasi jalur rel agar segera difungsikan kembali. Meski jalur sudah dibuka, KAI tetap memberlakukan pembatasan kecepatan bagi kereta yang melintas demi memastikan keamanan geometri jalur.
“Kami masih melanjutkan tahap normalisasi jalur. Fokus utama kami adalah memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi, sehingga dalam waktu dekat jalur ini dapat kembali dilalui dengan kecepatan normal,” tambah As’ad.
Insiden tersebut berdampak cukup besar pada operasional. Sebanyak sembilan perjalanan kereta api dibatalkan, sementara 35 perjalanan lainnya harus menjalani rekayasa pola operasi dengan perubahan rute.
Jalur Bumiayu merupakan salah satu simpul penting di lintas selatan Jawa yang menghubungkan sejumlah kota besar dan koridor utama Jakarta–Surabaya, sehingga gangguan di titik ini berimbas luas pada jadwal perjalanan.
Menurut data KAI, jalur selatan Jawa memang memiliki tingkat kepadatan tinggi, terutama pada masa libur panjang. Pada periode Paskah 2026, tercatat lebih dari 340 ribu penumpang menggunakan layanan kereta api.
Dengan kembali berfungsinya jalur rel di Stasiun Bumiayu, konektivitas perjalanan di wilayah Daop 5 Purwokerto diharapkan pulih secara bertahap. KAI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang terlibat dalam penanganan gangguan tersebut.
“Pemulihan jalur dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat berkat kerja sama semua pihak,” kata As’ad.
Tinggalkan Komentar
Komentar