periskop.id - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menutup sementara Jalan Layang Semanggi arah Bundaran HI mulai pukul 14.00 WIB pada Jumat (12/6). Penutupan itu dipicu aksi unjuk rasa yang berlangsung di kawasan Semanggi hingga Bundaran HI.

Pengalihan arus kendaraan mulai berlaku 45 menit berselang. Kendaraan dari arah Semanggi dan Jalan Jenderal Sudirman yang hendak menuju Bundaran HI diarahkan melewati Jalan Gatot Subroto ke Kuningan, terhitung sejak pukul 14.45 WIB.

Advertisement

"Kami mengimbau masyarakat yang akan melintas di kawasan Semanggi, Sudirman, hingga Bundaran HI untuk menyesuaikan rute perjalanan dan memanfaatkan jalur alternatif yang tersedia," kata Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (12/6).

Budi merinci dua jalur alternatif yang bisa ditempuh warga untuk tetap bisa mencapai Bundaran HI. Pilihan pertama lewat Bundaran Senayan, sementara pilihan kedua melalui koridor Kuningan, HR Rasuna Said, hingga Menteng.

Ia juga memastikan petugas Dishub sudah dikerahkan di lapangan bersama unsur terkait lainnya. Kehadiran mereka, menurut Budi, bertujuan menjaga kelancaran dan keamanan pergerakan warga selama pengaturan berlangsung.

"Petugas Dinas Perhubungan bersama unsur terkait terus melakukan pengaturan di lapangan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan dengan aman dan lancar," ujar Budi.

Untuk mempermudah akses informasi lalu lintas secara real time, Dishub DKI menggandeng Google Indonesia. Kerja sama ini memungkinkan data penutupan jalan dan pengalihan arus terpantau langsung melalui aplikasi Google Maps.

Warga yang berencana melintas di kawasan terdampak disarankan memantau perkembangan situasi lalu lintas sebelum berangkat. Informasi terkini soal kondisi jalan bisa diakses langsung dari aplikasi tersebut.

Penutupan Jalan Layang Semanggi ini merupakan bagian dari rekayasa lalu lintas menyeluruh yang diterapkan di sepanjang koridor Semanggi hingga Bundaran HI. Kawasan itu memang menjadi titik kumpul aksi unjuk rasa pada hari yang sama.

"Kami mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan perjalanan dan menghindari ruas jalan yang terdampak pengaturan lalu lintas," pungkas Budi.