Periskop.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat 10.429 barang tertinggal di kereta api dan stasiun sepanjang Januari hingga Mei 2026, dengan estimasi nilai mencapai Rp7,23 miliar. Memasuki awal pekan, perusahaan mengimbau penumpang untuk memeriksa barang bawaan sebelum turun dari kereta.
VP Corporate Communication KAI Anne Purba menegaskan, kepedulian terhadap barang bawaan perlu tumbuh menjadi kebiasaan perjalanan penumpang. KAI menyediakan layanan Lost and Found melalui petugas di stasiun dan di atas kereta untuk mengamankan setiap barang yang ditemukan.
"Awal pekan biasanya menjadi momentum masyarakat kembali beraktivitas setelah perjalanan akhir pekan. Karena itu, kami mengajak pelanggan untuk selalu memastikan barang bawaannya sebelum turun dari kereta api atau meninggalkan stasiun. Satu menit untuk mengecek ulang bisa menghindarkan pelanggan dari kepanikan karena barang tertinggal," ujar Anne dalam keterangan resminya.
Dari total 10.429 barang temuan itu, rinciannya terdiri atas 507 makanan, 7.527 barang biasa, dan 2.395 barang berharga.
Sebanyak 7.071 barang atau 67,80% dari total temuan sudah selesai ditindaklanjuti. Rinciannya, 4.659 barang berhasil dikembalikan kepada pemiliknya, 210 makanan dimusnahkan sesuai ketentuan, dan 2.202 barang diserahkan ke lembaga sosial atau kepolisian. Sementara 3.358 barang lainnya masih dalam proses penyimpanan, pendataan, dan verifikasi.
"Setiap barang yang ditemukan petugas akan didata, diamankan, dan diverifikasi. Untuk barang berharga, proses pengembaliannya dilakukan dengan prinsip kehati-hatian agar benar-benar diterima oleh pemilik yang sah," kata Anne.
Dari sisi wilayah, Daop 8 Surabaya mencatat jumlah barang temuan terbanyak dengan 2.373 barang, disusul Daop 1 Jakarta 2.248 barang, Daop 5 Purwokerto 1.612 barang, Daop 2 Bandung 1.346 barang, dan Daop 4 Semarang 969 barang.
Namun untuk barang yang berhasil kembali ke pemilik, Daop 1 Jakarta menempati posisi teratas dengan 1.374 barang, diikuti Daop 5 Purwokerto 802 barang dan Daop 8 Surabaya 539 barang. Dari sisi estimasi nilai, Daop 1 Jakarta juga mencatat angka tertinggi yakni Rp2.678.958.500, disusul Daop 6 Yogyakarta Rp823.844.000 dan Daop 2 Bandung Rp719.292.000.
Secara kumulatif, jumlah barang temuan terus bertambah setiap bulannya. Dari 2.038 barang pada Januari, angka tersebut terus merangkak hingga menyentuh 10.429 barang pada akhir Mei, dengan tambahan 2.221 barang yang tercatat selama Mei saja.
Anne memaparkan, penumpang yang merasa kehilangan barang dapat segera melapor ke petugas stasiun, Customer Service on Station, petugas keamanan, atau kondektur jika masih dalam perjalanan. Bisa juga melalui Contact Center KAI 121. Pelapor disarankan menyertakan ciri-ciri barang, waktu dan relasi perjalanan, nomor tempat duduk, kode booking, serta identitas pendukung agar pencarian lebih cepat.
"Kami ingin pelanggan merasa tenang saat melakukan perjalanan dengan kereta api. Namun, keamanan barang bawaan tetap dimulai dari kebiasaan pelanggan sendiri. Simpan barang penting di tempat yang mudah diawasi, hindari meletakkan barang berharga jauh dari jangkauan, dan lakukan cek ulang sebelum turun," ujar Anne.
KAI turut mengimbau penumpang untuk menempelkan label nama atau nomor kontak pada tas, koper, dan barang bawaan lainnya. Langkah sederhana itu disebut dapat membantu petugas melakukan identifikasi awal saat barang ditemukan di stasiun atau kereta api.
"Petugas KAI siap membantu pelanggan. Semakin cepat laporan disampaikan, semakin besar peluang barang ditemukan dan dikembalikan. Mari awali pekan dengan perjalanan yang aman, tenang, dan lebih tertib menjaga barang bawaan," pungkas Anne.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar