Periskop.id - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menggandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Astra International Tbk untuk membangun sekitar 1.000 unit rumah susun di Kota Bandung, Jawa Barat. Proyek tersebut memanfaatkan lahan milik KAI di kawasan Stasiun Kiaracondong dengan konsep Transit Oriented Development (TOD).

Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan, kolaborasi tiga pihak ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengoptimalkan aset negara untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta itu diklaim mampu mempercepat penyediaan rumah tanpa membebani anggaran negara secara penuh.

"Di Kota Bandung kita akan membangun sekitar 1.000 unit rumah susun di atas lahan milik PT KAI dengan dukungan PT Astra. Tadi spesifikasinya sudah dijelaskan, 36 meter persegi, dua kamar tidur, satu kamar mandi, satu dapur, dan ada area servis," ujar Maruarar Sirait, yang biasa disapa Ara, dalam keterangannya saat meninjau lokasi pembangunan dekat Stasiun Kiaracondong, Rabu (15/7).

Ara memaparkan, pemerintah mendorong pemanfaatan aset negara lewat sejumlah skema pembiayaan. Mulai dari APBN, Danantara, hingga kerja sama dengan swasta melalui mekanisme hibah atau bentuk lain sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski begitu, proyek ini belum langsung masuk tahap konstruksi. Pemerintah masih perlu menuntaskan proses administrasi dan perizinan, termasuk berkonsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan, lahan yang disiapkan untuk proyek ini seluas sekitar 9.624 meter persegi. Lahan tersebut terdiri dari dua bidang, yakni 7.124 meter persegi dan 2.500 meter persegi, yang akan dikembangkan dengan konsep TOD.

"Nanti kita bicara teknis dengan Astra. Konsepnya itu adalah konsep tipe 36," ujar Bobby.

Bobby menegaskan, target pembangunan di Bandung tetap sebanyak 1.000 unit rumah susun sesuai rencana awal. Seluruh unit dirancang dengan tipe yang sama demi menjaga standar hunian.

Chief of Corporate Affairs Astra International Boy Kelana Soebroto menyatakan, pihaknya siap mendukung penuh pembangunan proyek tersebut. Ia memaparkan, hunian akan dibangun dengan luas sekitar 36 meter persegi yang terdiri dari dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang keluarga, dapur, serta area servis untuk memenuhi kebutuhan hunian layak masyarakat.

Proyek ini masuk dalam rangkaian Program 3 Juta Rumah. Kementerian PKP bersama KAI, Astra, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, ATR/BPN, BPK, dan BPKP akan menyusun skema kerja sama serta menyelesaikan seluruh tahapan perizinan agar proyek bisa segera direalisasikan.

"Pembangunannya sesudah kita konsultasi dengan BPK dan BPKP dan tentu sambil jalan izinnya diurus," kata Ara.