periskop.id - Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa deforestasi telah menyebabkan lebih dari setengah juta kematian di daerah tropis dalam 20 tahun terakhir. Kematian ini diakibatkan oleh penyakit terkait panas yang muncul karena kenaikan suhu lokal.
Menurut laporan dari The Guardian, Rabu (27/8), penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature Climate Change ini menemukan bahwa penggundulan hutan meningkatkan suhu di hutan hujan Amazon, Kongo, dan Asia Tenggara. Hal ini terjadi akibat berkurangnya naungan, menurunnya curah hujan, dan meningkatnya risiko kebakaran.
Para peneliti memperkirakan deforestasi menyumbang lebih dari sepertiga pemanasan yang dialami masyarakat di wilayah tersebut, di luar dampak pemanasan global.
Dampak Nyata Kenaikan Suhu dan Korban Jiwa
Antara tahun 2001 hingga 2020, sekitar 345 juta orang di daerah tropis mengalami pemanasan lokal akibat deforestasi. Dari jumlah tersebut, 2,6 juta orang terpapar suhu tambahan hingga 3°C, yang sering kali berakibat fatal.
Penelitian ini memperkirakan bahwa rata-rata 28.330 kematian terjadi setiap tahun akibat pemanasan yang disebabkan oleh deforestasi selama periode 20 tahun tersebut. Lebih dari separuh kematian itu terjadi di Asia Tenggara karena populasi yang besar dan rentan, sementara sepertiga lainnya terjadi di Afrika tropis, dan sisanya di Amerika Tengah dan Selatan.
Pesan Penting dari Para Peneliti
Profesor Dominick Spracklen dari University of Leeds, salah satu anggota tim peneliti, menegaskan bahwa pesan dari studi ini sangat jelas, yakni "deforestasi membunuh". Ia menilai banyak orang mungkin terkejut karena bahaya lokal dari deforestasi sering diabaikan dalam perdebatan iklim global.
Spracklen mencontohkan wilayah Mato Grosso di Brasil, yang mengalami deforestasi besar-besaran untuk perkebunan kedelai.
"Jika Mato Grosso bisa mempertahankan hutannya, orang di sana akan mengalami stres panas yang lebih rendah. Ini bukan sekadar desakan Barat untuk melindungi hutan demi iklim global," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa hutan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal dengan mengatur suhu, mendatangkan hujan, dan mendukung pertanian yang mereka andalkan.
“Hutan ini tidak diam saja. Mereka bekerja keras dan melakukan hal yang sangat penting bagi kita," pungkas Spracklen.
Tinggalkan Komentar
Komentar