Periskop.id - Aktivitas konversi hutan primer dan lahan gambut menjadi perkebunan kelapa sawit monokultur industri masih menjadi perhatian serius di Pulau Sumatra. Data terbaru dari Nusantara Atlas pada tahun 2024 menunjukkan sejumlah perusahaan di berbagai provinsi terlibat dalam konversi lahan skala besar ini, yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan.

Laporan ini secara spesifik menyoroti perusahaan-perusahaan yang melakukan konversi lahan melebihi 50 hektare, baik di hutan primer maupun di lahan gambut.

Konversi Hutan Primer Menjadi Sawit Monokultur

Sebanyak 11 perusahaan teridentifikasi telah mengubah hutan primer menjadi perkebunan kelapa sawit monokultur industri pada tahun 2024. Total area konsesi perusahaan-perusahaan ini mencapai puluhan ribu hektare.

Provinsi Aceh menjadi wilayah yang paling banyak terdampak, diikuti oleh Riau dan Sumatera Utara. Deforestasi sawit terbesar dari konversi hutan primer dicatatkan oleh Uniseraya di Riau.

Berikut adalah daftar perusahaan di Sumatra yang mengubah hutan tua/primer menjadi kelapa sawit monokultur industri pada tahun 2024:

NoNama PerusahaanGrupKonsesi (Ha)ProvinsiDeforestasi Sawit (Ha)
1UniserayaUniseraya8.692Riau644
2Putra KurniaLainnya/Tidak diketahui1.783Aceh409
3Dua Perkasa LestariLainnya/Tidak diketahui2.591Aceh213
4Surya Panen SuburRachmat/Amara14.865Aceh184
5Nia Yulided BersaudaraLainnya/Tidak diketahui2.179Aceh181
6Alam Sari LestariLainnya/Tidak diketahui12.446Riau146
7USUAsian Agri Group6.769Sumatra Utara141
8Anugerah Niaga SawindoLainnya/Tidak diketahui7.982Riau134
9Blang AraLainnya/Tidak diketahui5.621Aceh90
10Watu Gede UtamaLainnya/Tidak diketahui6.015Aceh71
11Laot BangkoLainnya/Tidak diketahui7.499Aceh66

Perusakan Lahan Gambut untuk Ekspansi Sawit

Selain hutan primer, konversi lahan gambut juga menjadi ancaman serius karena ekosistem gambut berperan penting dalam penyerapan karbon dan pencegahan kebakaran hutan. Konversi lahan gambut menjadi perkebunan sawit dapat melepaskan emisi karbon yang sangat besar dan meningkatkan risiko bencana asap.

Data yang sama menunjukkan bahwa tujuh perusahaan telah melakukan pembukaan lahan gambut di Sumatra untuk perkebunan sawit monokultur pada tahun 2024. Konversi terbesar tercatat di Riau dan Sumatera Selatan.

Perusahaan Uniseraya yang juga disorot dalam deforestasi hutan primer, kembali menduduki peringkat tertinggi dalam pembukaan lahan gambut, disusul oleh Samora Usaha Jaya dari Grup Sungai Budi/Tunas Baru Lampung.

Berikut adalah daftar perusahaan di Sumatra yang mengubah lahan gambut menjadi kelapa sawit monokultur industri pada tahun 2024:

NoNama PerusahaanGrupKonsesi (Ha)LokasiPembukaan Gambut (Ha)
1UniserayaUniseraya8.692Riau1.434
2Samora Usaha JayaSungai Budi / Tunas Baru Lampung17.560Sumatra Selatan1.004
3Surya Panen SuburRachmat / Amara14.865Aceh256
4Alam Sari LestariLainnya / tidak diketahui12.446Riau224
5Sumber Sawit SejahteraLainnya / tidak diketahui2.891Riau56
6Wana Subur Sawit IndahLainnya / tidak diketahui5.699Riau45
7Surya Keritang PerkasaLainnya / tidak diketahui2.022Riau39
8Ricky Kurniawan KertapersadaMakin3.836Jambi29
9Tania BinatamaSampoerna Agro5.108Sumatra Selatan25

Aktivitas konversi hutan dan lahan gambut oleh perusahaan-perusahaan tersebut menuntut pengawasan ketat dari pemerintah dan lembaga terkait untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan dan keberlanjutan.