Periskop.id - Bupati Kabupaten Bekasi, Ade Kuswara Kunang, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Kamis, 18 Desember 2025. Bahkan, ayahnya yang bernama HM Kunang juga ikut terseret dalam penangkapan tersebut. KPK juga mengamankan lima orang lainnya yang kemudian dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta Selatan. Saat ini, ketujuh orang tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif sebelum KPK menggelar perkara untuk menentukan status hukum mereka.

Kasus ini pun menjadi perhatian publik. Hal ini karena Ade Kuswara dikenal sebagai bupati termuda dalam sejarah Kabupaten Bekasi dan masa jabatannya pun belum ada satu tahun. Lantas, siapa sebenarnya sosok Ade Kuswara Kunang?

Profil dan Pendidikan Ade Kuswara

Ade Kuswara Kunang lahir di Bekasi, Jawa Barat pada 15 Agustus 1993. Ia merupakan anak dari Kepala Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, H.M. Kunang, yang juga ikut ditangkap oleh KPK. 

Dalam dunia pendidikan, Ade menduduki bangku sekolah dasar hingga menengah di Cikarang Selatan. Ia pernah mengenyam pendidikan di SDN Sukadami 03 pada tahun 2000—2006. Lalu, melanjutkan pendidikan menengah di SMP Negeri 1 Cikarang Selatan pada tahun 2006—2009 dan SMA Negeri 1 Cikarang Selatan pada tahun 2009—2012. Setelah lulus dari bangku sekolah, ia pun melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Presiden dan berhasil lulus dengan membawa gelar Sarjana Hukum pada tahun 2016.

Perjalanan Karier Politik Ade Kuswara

Perjalanan karier Ade Kuswara cukup menarik untuk dibahas. Melansir dari Antara, ia merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Karier politiknya dimulai saat dirinya terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi pada pemilu 2019 dengan periode jabatan 2019—2024.

Pada periode berikutnya, yaitu 2024—2029, ia terpilih kembali sebagai anggota DPRD dapil 7. Perjalanan karier politiknya pun semakin mencuat ketika ia mengikuti kontestasi Pilkada 2024 untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Bekasi.

Saat mengikuti Pilkada 2024, ia berkoalisi dengan partai PDI-P, PPP, PBB, dan Partai Buruh. Ia mencalonkan diri sebagai Bupati Bekasi berpasangan dengan wakilnya, Asep Atmaja. Ia berhasil memperoleh suara terbanyak dan kemudian dilantik oleh Presiden Prabowo pada 20 Februari 2025 di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan Ade pun menjadi sejarah dalam kepemimpinan Kabupaten Bekasi sebagai bupati termuda yang berusia 31 tahun.

Sebelumnya, ia juga pernah mengikuti organisasi Badan Muslimin Indonesia tahun 2019—2024 dan mendapatkan kepercayaan untuk mengisi bangku wakil ketua. Ia pun pernah aktif sebagai Dewan Pengawas dalam Organisasi Garda Pasundan.

Kasus yang menimpa Ade Kuswara menjadi pengingat bagi seluruh pejabat daerah bahwa integritas dan kepemimpinan yang jujur adalah hal utama. Nilai-nilai tersebut penting agar daerah yang dipimpin tetap bermartabat dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.