periskop.id - Menjelang Ramadan, banyak orang bertanya-tanya, apakah ada doa atau niat khusus saat keramas sebelum puasa? Faktanya, tidak ada bacaan khusus yang diwajibkan dalam syariat. Mandi sebelum Ramadan bukan syarat sah puasa dan tidak menentukan keabsahan ibadah, kecuali jika seseorang dalam keadaan hadas besar yang memang mewajibkan mandi. 

Meski begitu, mandi bisa bernilai sunah jika diniatkan sebagai bentuk persiapan menyambut bulan suci. Jadi, keramas sebelum puasa boleh dilakukan sebagai simbol kebersihan dan kesiapan lahir batin, tapi bukan kewajiban agama.

Benarkah Mandi Keramas Sebelum Puasa Itu Wajib?

Secara syariat, tidak ada dalil khusus yang memerintahkan mandi tertentu menjelang 1 Ramadan. Jadi, mandi sebelum puasa bukan termasuk rukun atau syarat sah puasa.

Artinya, puasa seseorang tetap sah meskipun ia tidak mandi pada malam pertama Ramadan, selama tidak dalam keadaan junub atau hadas besar yang memang mewajibkan mandi.

Meskipun begitu, sebagian ulama menjelaskan bahwa mandi di malam Ramadan termasuk amalan yang dianjurkan. Dikutip dari NU Online, dalam kitab I’anatut Thalibin, Sayyid Abu Bakar Syatha’ menyebutkan bahwa umat Islam disunahkan mandi pada setiap malam selama bulan Ramadan.

Waktu pelaksanaannya dimulai sejak matahari terbenam (masuk waktu magrib) hingga terbitnya fajar shadiq atau sebelum subuh. Jadi, mandi bisa dilakukan kapan saja di rentang waktu tersebut sebagai bentuk persiapan menyambut ibadah di bulan suci.

Kesimpulannya, mandi sebelum puasa Ramadan hukumnya sunah jika diniatkan sebagai persiapan ibadah. Bukan kewajiban, tapi langkah baik untuk menyambut bulan suci dengan kondisi yang lebih bersih dan siap beribadah.

Dalam Kondisi Apa Mandi Jadi Wajib? 

Mandi tidak selalu bersifat sunah. Dalam kondisi tertentu, mandi justru menjadi kewajiban karena seseorang berada dalam keadaan hadas besar atau junub.

Beberapa keadaan yang mewajibkan mandi, antara lain:

  • Setelah selesai haid.
  • Setelah masa nifas berakhir.
  • Setelah melahirkan (wiladah).
  • Setelah melakukan hubungan suami istri (jimak).
  • Ketika keluar mani.

Jika berada dalam salah satu kondisi tersebut, seseorang wajib mandi terlebih dahulu sebelum menjalankan ibadah yang mensyaratkan keadaan suci, seperti salat dan puasa. Tanpa mandi wajib, ibadah tersebut tidak sah karena belum memenuhi syarat kesucian.

Apakah Tradisi Keramas Sebelum Ramadan Termasuk Bid’ah?

Secara syariat, mandi atau keramas sebelum masuknya bulan Ramadan biasanya terjadi karena kebiasaan masyarakat. Para ulama sepakat bahwa mandi sebelum puasa bukan kewajiban agama dan tidak termasuk syarat sah puasa Ramadan. Ini artinya, puasa tetap sah meskipun seseorang tidak mandi keramas sebelum puasa tiba, selama ia tidak dalam keadaan junub atau hadas besar.

Karena tidak ada dalil langsung dari Al-Qur’an maupun hadis shahih yang mewajibkan mandi keramas menjelang puasa, tradisi semacam itu tidak dianggap sebagai ibadah yang wajib dan bukan bid’ah dalam konteks yang salah. Artinya, jika seseorang menganggap mandi keramas ini wajib agar puasanya sah, itu keliru secara syariat.

Namun, jika mandi keramas dilakukan sebagai tradisi kebersihan atau kebiasaan komunitas untuk menyambut Ramadan, hal itu boleh dilakukan karena pada dasarnya mandi dan menjaga kebersihan tubuh adalah tindakan yang dianjurkan dalam Islam.

Dilansir dari NU Online, ada tradisi-tradisi lokal seperti marpangir atau mandi bakar daun yang dilakukan di beberapa daerah di Indonesia. Kebiasaan ini dilihat oleh beberapa ulama sebagai simbol penyucian diri secara lahir dan batin menjelang bulan suci karena tujuannya lebih kepada niat bersih dan siap beribadah, bukan sebagai kewajiban agama yang harus dipenuhi.

Apakah Ada Doa Keramas Sebelum Puasa Ramadan?

Jika mandi dilakukan sebagai bentuk persiapan untuk menyambut bulan Ramadan dan bukan karena sedang dalam keadaan hadas besar. Adapun niatnya sebagai berikut:

نَوَيْتُ أَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لله تَعَالَى   

Nawaitu adâ’al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min romadh lillâhi ta’âlâ.    

Artinya, “Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadan karena Allah Ta’ala.”

Niat ini cukup diucapkan dalam hati saat pertama kali air disiramkan ke tubuh. Intinya, niat tersebut menegaskan bahwa mandi dilakukan sebagai amalan sunah untuk menyambut bulan Ramadan.

Jadi, mandi bukan sekadar untuk membersihkan badan, tetapi juga sebagai cara mempersiapkan hati dan pikiran agar lebih fokus dan khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa.