periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 34,22 poin atau 0,55% ke posisi 6.220,74 pada akhir perdagangan Rabu (17/6/2026). Dari total saham yang diperdagangkan, lebih banyak yang tertekan daripada yang menguat.
Sebanyak 391 saham berakhir di zona merah, sementara 288 saham berhasil menguat. Sisanya, 137 saham, tidak mencatat pergerakan berarti alias stagnan.
Secara sektoral, hanya empat indeks yang mampu bertahan di zona hijau. Tujuh sektor lainnya kompak terkoreksi.
Sektor kesehatan mencatat kenaikan terbesar di antara empat sektor yang menguat, yakni naik 0,58%. Di posisi berikutnya, sektor infrastruktur tumbuh 0,42%, disusul sektor barang konsumen non-siklikal yang naik 0,36%.
Di sisi sebaliknya, sektor perindustrian menjadi yang paling terpukul dengan pelemahan 2,52%. Sektor transportasi turun 2,37%, sedangkan sektor energi tergerus 1,99%.
Total volume perdagangan pada sesi ini tercatat 33,27 miliar saham, dengan total nilai transaksi menyentuh Rp23,74 triliun.
Dari jajaran saham konstituen indeks LQ45, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) memimpin sebagai top gainer dengan lonjakan 8,13%. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menyusul di posisi kedua dengan kenaikan 3,69%, diikuti PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang menguat 3,43%.
Sebaliknya, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menjadi top loser LQ45 dengan penurunan paling dalam, yakni 6,71%. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) terkoreksi 4,80%, sementara PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) melemah 3,61%.
Pelemahan dua saham berbasis sumber daya alam, yakni CUAN dan ADMR, sejalan dengan tekanan di sektor energi yang turut menjadi penekan utama IHSG pada sesi perdagangan ini.
Pelemahan IHSG ke bawah level 6.250 ini melanjutkan tekanan yang juga tercermin dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang pada hari yang sama ditutup di posisi Rp17.762 per dolar AS.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar