periskop.id - Salat Witir merupakan salah satu ibadah sunah muakkad yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Salat ini berfungsi sebagai penyempurna rangkaian ibadah malam, baik itu setelah salat Isya, Tarawih, maupun Tahajud. Memiliki waktu pelaksanaan yang fleksibel dan jumlah rakaat yang beragam, witir menjadi ibadah yang sangat mudah diamalkan oleh siapa saja. Simak ulasan lengkap mengenai niat, urutan surat pendek yang dianjurkan, hingga wirid setelah salat Witir.

Apa Itu Salat Witir?

Secara bahasa, witir berarti ‘ganjil’. Sesuai namanya, jumlah rakaatnya tidak genap, bisa satu, tiga, lima, hingga maksimal sebelas rakaat. Salat Witir termasuk sunah muakkad, yaitu ibadah yang sangat dianjurkan. Fungsinya adalah mengganjilkan rangkaian salat malam sehingga sangat dianjurkan menjadi penutup setelah salat Isya, Tarawih, atau Tahajud.

Keistimewaan Witir terlihat dari beberapa hal berikut.

1. Wasiat Rasulullah
Rasulullah SAW berpesan kepada para sahabat, termasuk Abu Hurairah, agar tidak meninggalkan witir sebelum tidur.

2. Hak bagi Setiap Muslim
Dalam riwayat Abu Ayyub Al-Anshari, witir disebut sebagai hak bagi muslim, artinya sangat dianjurkan dan dapat dikerjakan sesuai kemampuan.

3. Fleksibel dan Mudah Diamalkan
Jumlah rakaatnya memberi kelonggaran. Jika sibuk, satu rakaat sudah sah. Jika memiliki waktu lebih, tiga rakaat atau lebih tentu lebih utama.

Niat Salat Witir yang Benar

Niat adalah kunci dalam setiap ibadah. Tanpa niat yang ikhlas, salat hanya menjadi rangkaian gerakan tanpa makna. Dalam salat Witir, niat dibaca sesuai dengan jumlah rakaat yang ingin dikerjakan.

Merujuk pada buku Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah Saw., tata cara salat Witir pada dasarnya sama seperti salat sunah lainnya. Perbedaannya terletak pada lafaz niatnya.

Berikut bacaan niat salat Witir yang bisa diamalkan.

1. Niat Salat Witir Tiga Rakaat

أُصَلِّيْ سُنَّةً الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal witri tsalâtsa raka'âtin lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Saya niat salat sunah Witir tiga rakaat karena Allah Ta'ala."

2. Dua Rakaat Pertama

أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal minal witri rak'ataini lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Saya niat salat sunah Witir dua rakaat karena Allah Ta'ala."

3. Satu Rakaat Terakhir
أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal minal witri rak'atan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Saya niat salat sunah Witir satu rakaat karena Allah Ta'ala."

Tata Cara dan Anjuran Surat Pendek

Salat Witir adalah penutup indah dari rangkaian ibadah malam. Setelah berbagai rakaat qiyamul lail ditunaikan, witir hadir sebagai penyempurna yang mengganjilkan dan menguatkan nilai ibadah tersebut. Meski memiliki keistimewaan tersendiri, tata caranya tetap sederhana dan mudah diamalkan.

Secara umum, pelaksanaan salat Witir tidak berbeda dari salat sunah lainnya. Gerakannya sama, dimulai dari takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah dan surat, rukuk, i’tidal, sujud, hingga salam. Yang membedakan adalah jumlah rakaatnya yang ganjil serta niat yang disesuaikan dengan rakaat yang dikerjakan. Berikut adalah tata caranya:

  1. Salat Witir diawali dengan niat dua rakaat pertama: “Saya niat sholat sunah Witir dua rakaat karena Allah Ta’ala.” Niat dihadirkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.
  2. Pada rakaat pertama, baca Surah Al-Fatihah lalu Surah Al-A’la. Rakaat kedua diawali dengan Al-Fatihah dan dilanjutkan dengan Surah Al-Ikhlas. Jika menambah satu rakaat lagi, pada rakaat ketiga bacalah Al-Fatihah, kemudian Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
  3. Setelah membaca surat, lakukan rukuk, bangkit ke i’tidal, lalu sujud dua kali dengan duduk di antara keduanya sambil membaca doa duduk antara dua sujud. Di rakaat terakhir, tutup dengan tahiyat akhir dan salam.
  4. Untuk rakaat ketiga (penutup), niatkan: “Saya niat sholat sunnah Witir satu rakaat karena Allah Taala.”
  5. Jika Witir dikerjakan mulai malam ke-16 Ramadan hingga akhir bulan, disunahkan membaca doa qunut pada rakaat ketiga setelah bangkit dari rukuk. Setelah salam, dianjurkan memperbanyak zikir dan doa.

Wirid dan Zikir Selepas Solat Witir

Setelah menunaikan salat Witir, sempatkan diri untuk berzikir dan berdoa. Amalan ini bukan hanya pelengkap ibadah, tetapi juga menjadi penenang hati setelah bermunajat kepada Allah SWT.

Waktu seusai Witir adalah momen istimewa untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Keheningan malam membantu menghadirkan kekhusyukan yang lebih dalam. Karena itu, jangan terburu-buru beranjak setelah salam. 

1. Baca tiga kali:

(x3) سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ
Subhanal Malikil Quddus
Artinya: Maha Suci Tuhan yang Maha Suci

2. Kemudian bacakan:

رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ
Rabbil Malaa’ikati War-ruh
Artinya: Tuhan kepada para malaikat dan roh.

3. Seterusnya, baca Surah Al-Fatihah:

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ١ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٢ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٣ مَٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ٤ إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ ٥ ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ٦ صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ ٧

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn. Ar-raḥmānir-raḥīm. Māliki yaumid-dīn. Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn. Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm. Sirāṭallażīna an‘amta ‘alaihim, ghairil-magḍūbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn.

Artinya: Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. Segala puji tertentu bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan Mentadbirkan Alam. Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. Yang Menguasai pemerintahan hari Pembalasan (hari Akhirat). Engkaulah sahaja (Ya Allah) Yang Kami Sembah dan kepada Engkaulah sahaja kami memohon pertolongan. Tunjukkan kami jalan yang lurus. Iaitu jalan orang-orang yang Engkau telah kurniakan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) orang-orang yang Engkau telah murkai dan bukan pula (jalan) orang-orang yang sesat.

4. Perbanyak istighfar (3 kali):

Istighfar bererti memohon keampunan daripada Allah.

أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيمَ. الَّذِي لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ (x3)
Astagfirullahal-‘Adzīm, Allāzī Lā Ilāha Illā Huwal-Ḥayyul-Qayyūm, Wa Atubu Ilaih (3 kali)

Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Besar, tiada tuhan selain Dia, yang hidup lagi sentiasa berkuasa dan aku bertaubat kepadaNya.

5. Tahmid

Bacalah sebanyak mungkin:
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ
Alhamdulillah

Artinya: Segala pujian hanya bagi Allah.

6. Tahlil

Ucapkan sebanyak yang mampu:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ
Lā Ilāha Illallāh

Artinya: Tiada Tuhan melainkan Allah.

7. Takbir

Perbanyak membaca takbir:
اَللّٰهُ أَكْبَرُ
Allahu Akbar

Artinya: Allah Maha Besar.

8. Doa Selepas Solat Witir

اَللّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

Allāhumma innī a‘ūdzu biriḍāka min sakhaṭika, wa bimu‘āfātika min ‘uqūbatika, wa a‘ūdzu bika minka. Lā uḥṣī tsanā’an ‘alaika, anta kamā athnaita ‘alā nafsik.

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan keredhaan-Mu daripada kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan kemaafan-Mu daripada Balasan-Mu, dan aku berlindung dengan-Mu daripada tidak mampu memuji-Mu seperti Engkau memuji diri-Mu.