periskop.id - Belanja produk kesehatan secara daring (online) memang praktis, tapi kita harus ekstra hati-hati. Berdasarkan pantauan sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) menemukan kenyataan pahit, sebanyak 10 produk obat bahan alam yang sangat populer di marketplace ternyata ilegal dan berbahaya bagi kesehatan.
BPOM memastikan bahwa tautan penjualan produk-produk tersebut telah di-takedown. Langkah tegas ini dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital serta Indonesian E-Commerce Association (idEA).
Mengapa produk ini dilarang? Selain tidak memiliki izin edar resmi, BPOM mengungkapkan bahwa beberapa produk tersebut dicampur dengan bahan kimia obat (BKO) secara ilegal. Penggunaan BKO tanpa pengawasan medis sangat berisiko karena dapat memicu tekanan darah tidak stabil, kerusakan hati dan ginjal, serangan jantung, hingga kematian.
Daftar 10 Produk Ilegal dengan Penjualan Tertinggi
Berikut adalah daftar 10 obat bahan alam ilegal yang paling banyak beredar di marketplace berdasarkan data BPOM per Februari 2026:
1. Ramuan China Buah Merah Papua
Terjual sebanyak 631.881 produk. Penjual terbanyak berada di Kabupaten Cilacap. Produk asal Indonesia ini terbukti mengandung paracetamol dan kafein.
2. Zudaifu
Produk asal China ini terjual 369.029 unit. Penjualan terbanyak di Jakarta Barat dan mengandung zat clobetasol.
3. Kapsul Jamu Pelangsing (KJP)
Produk asal Indonesia dengan total penjualan 226.504 unit. Penjualan terbanyak ditemukan di Jakarta Barat.
4. JAWARA Kapsul
Terjual 157.380 unit dengan penjualan terbanyak di Kota Malang. Produk asal Indonesia ini mengandung sildenafil sitrat dan parasetamol.
5. Samyun Wan Kapsul
Produk asal China ini terjual 151.021 unit. Penjualan terbanyak di Kabupaten Tangerang dan mengandung siproheptadin.
6. NR New Rempah
Terjual 129.989 unit dengan penjualan terbanyak di Jakarta Utara. Produk asal Indonesia ini mengandung paracetamol dan sibutramin.
7. Kapsul Racikan Jamu Biji Angkak
Produk asal Indonesia yang terjual 112.982 unit. Penjualan terbanyak ditemukan di Kabupaten Tangerang.
8. Fung Seh Gu Tong Wan
Produk asal China yang terjual 109.119 unit. Mengandung campuran zat deksametason, piroksikam, dan prednison.
9. Tawon Serbuk
Terjual 101.664 unit dengan penjualan terbanyak di Kabupaten Lamongan. Mengandung piroksikam, parasetamol, dan diklofenak.
10. Jamu Gemuk Herbal Incess
Produk asal Indonesia dengan penjualan mencapai 100.154 unit. Penjualan terbanyak terdeteksi di Kota Balikpapan.
Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa produk-produk tersebut mengandung zat kimia keras yang tidak sesuai dengan klaimnya sebagai obat tradisional alami. Penggunaan zat seperti sildenafil, sibutramin, hingga kortikosteroid (deksametason dan prednison) tanpa kontrol medis dapat memperberat kerja jantung dan mengganggu metabolisme tubuh. BPOM terus melakukan patroli siber untuk menelusuri tautan penjualan ilegal ini guna memberikan perlindungan kepada konsumen dari produk kesehatan yang tidak terjamin keamanannya.
Tinggalkan Komentar
Komentar