Periskop.id - Kementerian Pertanian (Kementan) memasok 1,7 ton cabai rawit merah ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) Jakarta. Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan harga di tingkat konsumen selama momentum Ramadan 1447 Hijriah.

"Ini merupakan bagian dari upaya konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan harga cabai rawit merah di tingkat konsumen," kata Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan Muhammad Agung Sunusi, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (24/2). 

Dia menyampaikan PIKJ akan terus menerima pasokan cabai rawit merah dari sentra produksi, melalui dukungan kuat dari champion cabai yang telah dibangun Kementan di berbagai daerah.

"Pasokan ke PIKJ akan terus kami jaga. Champion cabai di sentra produksi siap mengirimkan cabai rawit merah secara berkelanjutan agar kebutuhan masyarakat selama Ramadan tetap terpenuhi," ujar Agung.

Ia menegaskan, harga cabai rawit merah yang disuplai oleh champion cabai ditentukan di kisaran Rp50.000 per kilogram. Untuk menjaga agar harga tetap terjangkau di tingkat konsumen, lanjut Agung, pemerintah melalui Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberikan subsidi biaya transportasi dari sentra produksi ke PIKJ.

"Dengan skema tersebut, harga tertinggi di tingkat konsumen diharapkan tidak melebihi Rp65.000 per kilogram," ucap Agung.

Lebih lanjut, Agung menjelaskan secara umum harga komoditas hortikultura lainnya relatif stabil. Cabai rawit putih berada di kisaran Rp30.000 per kilogram, cabai keriting hijau Rp25.000 per kilogram, cabai besar merah Rp40.000 per kilogram, dan cabai keriting merah Rp50.000 per kilogram.

Dari seluruh jenis cabai tersebut, hanya cabai rawit merah yang mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan harga cabai rawit merah di awal Ramadan dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi di sejumlah sentra produksi.

Intensitas hujan yang meningkat menyebabkan aktivitas pemetikan tidak dapat dilakukan secara optimal, sehingga pasokan sempat tertahan.

Selain itu, memasuki bulan Ramadan terdapat tradisi nyekar atau ziarah kubur di berbagai daerah yang turut meningkatkan permintaan cabai di awal puasa.

"Curah hujan tinggi membuat petani tidak bisa melakukan pemetikan optimal. Ditambah peningkatan konsumsi masyarakat menjelang Ramadhan menyebabkan harga sempat naik. Namun, dengan intervensi distribusi ini, kami optimistis harga segera stabil," beber Agung.

Ia menegaskan sesuai kebijakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, pihaknya memastikan akan terus memantau perkembangan harga dan pasokan cabai di seluruh wilayah Indonesia.

Koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, champion cabai, serta pemangku kepentingan lainnya terus diperkuat untuk menjaga kelancaran distribusi dari sentra produksi ke pasar. Upaya stabilisasi itu menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus melindungi daya beli masyarakat selama bulan suci Ramadan.

"Intervensi distribusi akan terus dilakukan secara responsif apabila terjadi lonjakan harga, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga terjangkau," kata Agung.

Capai Rp140 Ribu/ Kg
Sebelumnya, sejumlah pedagang di pasar kawasan Jakarta Selatan (Jaksel) mengatakan, harga cabai rawit merah mencapai Rp130 ribu per kilogram (kg) pada awal Ramadan 1447 Hijriah. "Harga cabai jadi Rp130 ribu, yang sebelumnya Rp100 ribu," kata pedagang bernama Ahmad saat ditemui di Pasar Santa, Jakarta Selatan, Senin.

Menurut dia, kenaikan harga itu sudah terjadi sejak perayaan Imlek atau sebelum Ramahan. Di sisi lain, harga cabai rawit merah di Pasar Minggu menembus Rp140.000 per kg, naik dari kisaran normal Rp90.000 hingga Rp100.000 per kg sebelum Ramadan.

Salah satu pedagang, Sarjono mengatakan lonjakan harga itu terjadi sejak awal puasa lantaran faktor cuaca. "Kenaikan dipicu faktor cuaca. Musim hujan membuat petani tidak memanen karena risiko kerusakan, sehingga pasokan berkurang, sementara permintaan pasar tetap tinggi," ucap Sarjono.

Untuk cabai merah keriting, kata dia, harganya kini menjadi Rp80.000 per kg dari sebelumnya sekitar Rp60.000 per kg. Dia memperkirakan penurunan harga dapat terjadi dalam satu hingga dua pekan sebelum kembali berfluktuasi mendekati Lebaran.