periskop.id - Nama Syarifah Suraidah belakangan ini mendadak ramai diperbincangkan di jagat maya. Sosok istri Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, ini mencuri perhatian bukan hanya karena statusnya sebagai pendamping orang nomor satu di Kalimantan Timur, tetapi juga karena gaya berbusananya yang dinilai unik. Di tengah riuh rendah komentar warganet mengenai anggaran mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar milik suaminya, gaya berpakaian Syarifah yang menyerupai "Noni Belanda" menjadi bumbu tersendiri di media sosial. Namun, di balik topi lebar dan kalung mutiara yang viral tersebut, siapa sebenarnya sosok perempuan berusia 45 tahun ini?
Rekam Jejak Politik di Kursi Parlemen
Syarifah Suraidah bukanlah sekadar pelengkap di samping suaminya. Ia adalah seorang politisi aktif yang berhasil mengamankan kursi sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Timur. Bernaung di bawah bendera Partai Golkar, Syarifah kini bertugas di Komisi VI DPR RI. Komisi ini memiliki ruang lingkup yang sangat strategis karena membidangi sektor perdagangan, pengawasan persaingan usaha, hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Peran ini menuntutnya untuk aktif dalam rapat-rapat penting di Senayan serta melakukan pengawasan terhadap kebijakan ekonomi nasional. Keterlibatannya di dunia politik menunjukkan bahwa ia memiliki basis massa yang kuat dan pemahaman yang dalam mengenai isu-isu pembangunan, khususnya di wilayah Kalimantan Timur yang sedang bertransformasi.
Kiprah di Dunia Bisnis dan Pemberdayaan
Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia politik, Syarifah Suraidah telah memiliki latar belakang sebagai seorang profesional di dunia bisnis. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Direktur PT Barokah Agro Perkasa dalam kurun waktu yang cukup lama, yakni dari tahun 2014 hingga 2023. Pengalaman manajerial ini menjadi modal penting baginya dalam menjalankan fungsi pengawasan di DPR RI, terutama saat berhadapan dengan mitra kerja dari sektor korporasi dan perdagangan. Selain kesibukan di Jakarta, ia juga mengemban amanah sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kaltim.
Kontroversi Gaya Busana "Noni Belanda"
Sorotan publik memuncak ketika unggahan media sosial memperlihatkan Syarifah mengenakan gaun putih bermotif bunga, lengkap dengan topi lebar dan aksesori mencolok saat berbincang dengan seorang pedagang sayur. Gaya busana ini dijuluki warganet sebagai vibes “Noni Belanda” atau “Nyonya Meneer”. Meski menuai kritik karena dianggap terlalu kontras dengan kondisi masyarakat bawah, ia kini harus bersiap menghadapi konsekuensi pengawasan ketat dari mata digital masyarakat yang kian kritis terhadap gaya hidup para pejabat.
Sinergi Pasangan Pemimpin Kalimantan Timur
Syarifah Suraidah dan Rudy Mas’ud tampil sebagai pasangan politisi kompak yang bernaung di bawah bendera partai yang sama, saling menyokong dalam menjalankan tugas kenegaraan maupun kedaerahan. Namun, kekompakan ini belakangan diuji oleh sorotan tajam publik terkait gaya hidup dan kebijakan anggaran pemerintah daerah. Syarifah yang kerap mendampingi Rudy dalam berbagai agenda penting, kini turut terseret dalam pusaran kritik menyusul mencuatnya pengadaan mobil dinas mewah senilai Rp8,5 miliar.
Di mata masyarakat, kemewahan fasilitas kedinasan tersebut seolah berkelindan dengan citra personal Syarifah yang kerap tampil glamor. Padu padan busana mewah yang ia kenakan saat terjun ke lapangan dianggap menciptakan jurang pemisah (gap) yang lebar antara gaya hidup elite pejabat dengan realitas ekonomi warga Kalimantan Timur.
Tinggalkan Komentar
Komentar