periskop.id - Campak masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu diwaspadai, terutama pada anak-anak. Penyakit ini menyebar dengan sangat cepat melalui udara dan kontak langsung sehingga risiko penularannya cukup tinggi.
Meski sering dianggap sebagai penyakit umum yang bisa sembuh sendiri, campak dapat memicu komplikasi serius jika tidak dicegah dengan baik. Karena itu, imunisasi campak melalui vaksin MMR atau MR menjadi langkah penting untuk memberikan perlindungan sejak dini.
Mengenal Penyakit Campak
Dilansir dari Kemeterian Kesehatan, campak yang juga dikenal sebagai rubeola adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dan mudah sekali menular. Penyakit ini biasanya diawali dengan demam, disertai batuk, pilek, dan mata yang tampak merah atau berair.
Selain itu, campak juga dapat muncul ruam khas berwarna kemerahan yang menyebar ke hampir seluruh tubuh. Meski sering dianggap penyakit biasa pada anak, campak tetap perlu diwaspadai karena penularannya sangat cepat.
Penyebab Campak
Campak disebabkan oleh virus dari kelompok Morbillivirus. Penyakit ini termasuk sangat mudah menular dan bisa menyebar dengan cepat melalui beberapa cara.
- Percikan air liur: Saat penderita batuk atau bersin, virus menyebar lewat udara dan bisa terhirup oleh orang di sekitarnya.
- Kontak langsung: Bersentuhan dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi juga bisa menularkan virus.
- Benda yang terkontaminasi: Virus campak dapat bertahan di permukaan benda selama beberapa jam. Jika bayi atau anak kecil menyentuh benda tersebut lalu menyentuh mulut atau hidungnya, risiko tertular menjadi lebih besar.
Gejala Campak
Gejala campak biasanya mulai terlihat sekitar 10–14 hari setelah virus masuk ke dalam tubuh. Tanda-tandanya mirip flu pada awalnya, lalu berkembang menjadi lebih khas, seperti:
- Demam tinggi, bahkan bisa mencapai 40°C.
- Batuk kering.
- Pilek.
- Mata merah dan berair, terkadang terasa silau saat melihat cahaya.
- Ruam kemerahan yang biasanya muncul dari wajah dan belakang telinga, lalu menyebar ke seluruh tubuh.
- Bintik koplik, yaitu bintik putih kecil di dalam mulut, terutama di bagian dalam pipi.
- Karena gejalanya bisa cukup berat dan penularannya cepat, campak tidak boleh dianggap sepele.
Apa Itu Imunisasi MMR dan MR?
Vaksin MMR adalah vaksin yang melindungi tubuh dari tiga penyakit sekaligus, yaitu campak (measles), gondongan (mumps), dan rubella. Vaksin ini berisi virus yang sudah dilemahkan sehingga aman untuk merangsang sistem imun membentuk perlindungan tanpa menyebabkan penyakitnya.
Sesuai namanya, MMR merupakan singkatan dari measles, mumps, dan rubella. Jadi, dalam satu kali suntikan, anak bisa mendapatkan perlindungan dari tiga infeksi menular tersebut.
Lalu, Apa bedanya dengan Vaksin MR? Selain MMR, ada juga vaksin MR. Bedanya, vaksin MR hanya melindungi dari dua penyakit, yaitu campak (measles) dan rubella (sering disebut campak Jerman). Vaksin ini tidak mencakup perlindungan terhadap gondongan.
Di Indonesia, pemerintah saat ini lebih memprioritaskan pengendalian campak dan rubella karena keduanya bisa menimbulkan komplikasi serius, bahkan berisiko fatal. Karena itu, imunisasi MR masuk dalam program imunisasi wajib.
Bayi di Indonesia dianjurkan mendapatkan vaksin MR mulai usia 9 bulan. Meski anak sudah pernah menerima satu dosis vaksin MMR, tetap perlu mengikuti jadwal imunisasi MR sesuai anjuran agar perlindungannya optimal. Dengan imunisasi yang lengkap dan tepat waktu, risiko penularan serta komplikasi penyakit bisa ditekan secara signifikan.
Manfaat Pemberian Imunisasi Campak
Selain melindungi anak dari tiga penyakit berbahaya sekaligus, vaksin MMR juga punya manfaat yang lebih luas. Vaksin ini membantu melindungi orang-orang yang tidak bisa menerima imunisasi karena kondisi tertentu.
Contohnya seperti penderita TBC, ibu hamil, orang yang memiliki riwayat alergi berat terhadap komponen vaksin, atau mereka yang mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh.
Dengan semakin banyak anak yang mendapatkan vaksin MMR, risiko penularan penyakit di lingkungan sekitar bisa ditekan. Berikut beberapa manfaat yang bisa diperoleh:
1. Perlindungan Maksimal dari Penyakit Campak
Imunisasi campak terbukti sangat efektif untuk mencegah penyakit ini. Penelitian menunjukkan bahwa vaksin dengan dosis lengkap mampu memberikan perlindungan hingga sekitar 97%. Artinya, tubuh akan membentuk kekebalan yang kuat sehingga tidak mudah tertular virus campak.
2. Mencegah Dampak dan Komplikasi Serius
Campak bukan hanya soal demam dan ruam. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi, seperti infeksi telinga, diare, hingga pneumonia. Dalam kondisi yang lebih berat, campak bahkan bisa menyebabkan kerusakan otak, gangguan pendengaran atau penglihatan, sampai berisiko fatal. Imunisasi membantu menurunkan kemungkinan terjadinya komplikasi tersebut.
3. Membantu Menekan Lonjakan Kasus
Campak pernah menjadi kejadian luar biasa (KLB) di Indonesia sehingga perlu diwaspadai bersama. Salah satu langkah efektif untuk mencegah peningkatan kasus adalah dengan memperluas cakupan imunisasi.
Semakin banyak anak yang mendapatkan vaksin, semakin kuat perlindungan di lingkungan masyarakat.
4. Memberikan Perlindungan untuk Kelompok Rentan
Tidak semua orang bisa menerima vaksin, misalnya mereka yang memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh atau penyakit tertentu. Dengan memastikan anak yang sehat mendapatkan imunisasi, penyebaran virus dapat ditekan sehingga kelompok yang rentan tetap ikut terlindungi.
Tinggalkan Komentar
Komentar