Periskop.id - Eskalasi konflik di Timur Tengah telah mencapai titik didih yang mengkhawatirkan. Melansir Metro UK pada Sabtu (28/2), ketegangan memuncak saat Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Iran. 

Sebagai respons, Teheran segera memerintahkan serangan balasan terhadap negara-negara tetangganya, memicu spekulasi global bahwa Perang Dunia Ketiga mungkin telah dimulai.

Donald Trump mengonfirmasi bahwa militer AS telah menginisiasi operasi tempur besar terhadap Iran melalui serangan udara di berbagai titik strategis. Di sisi lain, Iran mengklaim tengah melakukan serangan balasan yang sengit. 

Laporan menyebutkan bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menjadi target utama serangan udara AS-Israel di Teheran, sebuah langkah yang memicu kemarahan rezim tersebut.

Di Eropa, para pemimpin dunia mulai bereaksi. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, bersama pemimpin Prancis dan Jerman, mendesak agar Iran menahan diri dari serangan militer yang tidak pandang bulu. 

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa agresi Vladimir Putin di Ukraina sebenarnya merupakan pertanda bahwa Perang Dunia Ketiga sudah berjalan.

"Saya percaya bahwa Putin sudah memulainya. Pertanyaannya adalah seberapa banyak wilayah yang bisa ia kuasai dan bagaimana cara menghentikannya. Rusia ingin memaksakan kepada dunia cara hidup yang berbeda dan mengubah kehidupan yang telah dipilih orang untuk diri mereka sendiri," ujar Zelensky kepada BBC.

Meski bayang-bayang konflik nuklir menghantui, beberapa wilayah di dunia diprediksi mampu terhindar dari dampak terburuk. Berikut adalah sejumlah lokasi yang dinilai paling aman jika perang global benar-benar pecah:

1. Antarktika

Terletak di titik paling selatan bumi, Antarktika menjadi lokasi paling aman dari ancaman perang nuklir. Jarak geografis yang sangat jauh dari pusat kekuatan nuklir dunia adalah faktor kunci keselamatannya. 

Dengan luas 14 juta kilometer persegi, benua ini menawarkan ruang perlindungan yang sangat luas, meskipun suhu ekstrem dan iklim yang tidak bersahabat menjadi tantangan utama bagi manusia.

2. Islandia 

Secara konsisten menduduki peringkat atas Indeks Perdamaian Global, Islandia dikenal sebagai negara yang sangat damai. Negara ini tidak pernah terlibat dalam invasi atau perang besar. 

Meski memiliki perjanjian bilateral dengan Ukraina, dukungannya terbatas pada bantuan finansial dan transportasi. Letaknya yang terpencil di Atlantik Utara melindunginya dari perang konvensional di daratan Eropa.

3. Selandia Baru 

Negara yang berada di peringkat kedua Indeks Perdamaian Global ini dikenal dengan sikap netralnya. Selandia Baru memiliki wilayah pegunungan yang ideal untuk perlindungan penduduk. 

Walaupun memberikan bantuan hukum dan finansial untuk melawan Rusia, kecil kemungkinan negara ini menjadi target militer dalam konflik antara blok Barat dan Timur.

4. Swiss 

Netralitas Swiss adalah identitas politik yang telah bertahan sejak Perang Dunia Kedua. Negara ini terkurung daratan dan dilindungi pegunungan Alpen serta ribuan bunker nuklir. 

Swiss bahkan menolak mengirimkan senjata ke Ukraina dan memblokir pengiriman amunisi buatan mereka oleh negara lain, sebuah langkah yang membuat mereka sempat dituduh condong ke Rusia demi menjaga netralitas.

5. Indonesia 

Indonesia memiliki sejarah panjang dalam politik luar negeri yang bebas dan aktif. Sejak era Presiden pertama, Soekarno, Indonesia selalu berupaya bertindak independen dan mengutamakan perdamaian dunia sebagai prioritas utama. 

Sikap netral Indonesia dalam berbagai isu internasional menjadikannya salah satu titik aman di kawasan Asia Tenggara.

6. Tuvalu 

Terletak di Samudra Pasifik, Tuvalu hanya dihuni sekitar 11.000 jiwa. Infrastruktur yang terbatas dan ketiadaan sumber daya alam strategis justru menjadi keuntungan, karena negara kepulauan ini tidak menarik untuk dijadikan target serangan oleh pihak agresor mana pun.

7. Argentina 

Jika perang menyebabkan musim dingin nuklir yang menghalangi sinar matahari, Argentina diprediksi akan menjadi tempat terbaik untuk bertahan dari kelaparan.

Negara ini memiliki hasil panen gandum yang sangat melimpah, menjamin ketersediaan pangan bagi penduduknya di tengah krisis global.

8. Bhutan 

Sejak bergabung dengan PBB pada 1971, Bhutan memproklamasikan netralitasnya dalam setiap konflik. Geografi yang dikelilingi pegunungan tinggi membuatnya menjadi wilayah yang sangat sulit untuk diinvasi atau ditembus oleh kekuatan militer luar.

9. Chile 

Memiliki garis pantai sepanjang 4.000 mil, Chile kaya akan sumber daya alam dan hasil pertanian yang beragam. Sebagai salah satu negara dengan infrastruktur paling maju di Amerika Selatan, Chile memiliki kemampuan manajemen sumber daya yang baik untuk kelangsungan hidup jangka panjang.

10. Fiji 

Berjarak 2.700 mil dari Australia, Fiji berada di peringkat tinggi dalam Indeks Perdamaian Global. Dengan kekuatan militer yang kecil, Fiji tidak memiliki profil strategis yang menonjol. 

Wilayahnya yang terdiri dari hutan lebat serta kekayaan mineral dan perikanan dapat menopang hidup masyarakatnya secara mandiri.

11. Afrika Selatan 

Afrika Selatan menawarkan peluang bertahan hidup yang tinggi berkat sumber pangan yang melimpah, lahan subur, dan cadangan air bersih. Infrastruktur modern yang dimiliki negara ini memungkinkan pengelolaan sumber daya dilakukan secara efektif bahkan dalam kondisi darurat dunia.