periskop.id - Setiap tahun, umat Islam menantikan momen sakral Nuzulul Quran, yaitu malam turunnya wahyu pertama Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad Saw. Peristiwa ini diperingati setiap 17 Ramadan sebagai bentuk penghormatan atas risalah pertama yang diterima Nabi di Gua Hira.
Selain menjadi malam penuh berkah, Nuzulul Quran juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan merenungkan maknanya dalam kehidupan sehari-hari.
Sejarah Nuzulul Quran
Nuzulul Qur’an adalah peristiwa turunnya wahyu pertama Al-Qur'an dari Allah SWT kepada Muhammad yang kemudian diperingati setiap 17 Ramadan oleh umat Islam.
Peristiwa ini terjadi saat Nabi Muhammad Saw. berusia sekitar 40 tahun (sekitar tahun 608-609 M), ketika beliau sedang menyepi di Gua Hira dekat Makkah. Pada saat itulah Jibril datang membawa wahyu. Jibril memeluk Nabi tiga kali dan pada setiap pelukan mengucapkan “Iqra’!” yang artinya “Bacalah.”
Pada kesempatan ketiga, Jibril membacakan ayat pertama dari Surat Al-Alaq ayat 1-5 yang menjadi wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw.
Menurut riwayat para ulama, tanda-tanda menjelang turunnya wahyu termasuk mimpi Nabi yang kemudian terwujud serta kecenderungan beliau menyendiri dan beribadah menjelang peristiwa besar tersebut.
Para ahli ilmu juga menjelaskan bahwa meskipun sebagian ulama berbeda pendapat tentang surat pertama yang lengkap turun, mayoritas berpendapat wahyu pertama adalah ayat dari Surat Al-Alaq ini.
Peringatan Nuzulul Quran 1447 H / 2026 M
Nuzulul Quran, yaitu malam turunnya Al-Qur’an, menjadi momen sakral yang selalu ditunggu umat Islam setiap Ramadan. Tradisi peringatan dilakukan pada malam ke-17 bulan suci untuk mengenang wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad Saw. di Gua Hira.
Perbedaan Tanggal Peringatan Nuzulul Quran
Karena penentuan awal puasa Ramadan bisa berbeda antara organisasi keagamaan dan pemerintah, tanggal Nuzulul Quran 1447 H / 2026 M juga terbagi dua:
- Versi Muhammadiyah: Dengan awal puasa 18 Februari, Nuzulul Quran jatuh pada Jumat, 6 Maret 2026.
- Versi Pemerintah dan NU: Dengan awal puasa 19 Februari, Nuzulul Quran diperingati pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Meskipun tanggalnya berbeda, makna peringatan tetap sama. Kesempatan untuk lebih mencintai, membaca, dan mengamalkan Al-Qur’an. Biasanya masjid-masjid akan menyelenggarakan tadarus, pengajian, atau tabligh akbar sesuai tradisi masing-masing jamaah.
Keutamaan Nuzulul Quran
Malam Nuzulul Quran, yang diperingati setiap 17 Ramadan, memiliki banyak keistimewaan dan nilai ibadah yang luar biasa. Berikut beberapa keutamaannya:
- Malam ini disebut lebih baik daripada seribu bulan, artinya ibadah yang dilakukan pada malam Nuzulul Qur'an nilainya jauh lebih besar dibanding ibadah biasa.
- Malam penuh berkah, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an.
- Para malaikat, termasuk Malaikat Jibril, turun ke bumi untuk mengatur berbagai urusan.
- Bagi yang menjalani malam ini dengan ibadah, dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT.
- Pada malam ini juga, takdir tahunan seperti rezeki dan umur dicatat, sehingga melaksanakan amalan di malam Nuzulul Qur'an diyakini dapat membawa keberkahan dan kemuliaan dalam hidup.
- Dengan memahami keutamaan ini, malam Nuzulul Qur'an menjadi momen penting untuk memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, dan berdoa agar hidup lebih berkah.
Amalan Sunah yang Bisa Dilakukan pada Malam Nuzulul Quran
Berdasarkan laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), ada beberapa amalan sunnah yang sangat dianjurkan pada malam Nuzulul Quran:
1. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an adalah inti dari peringatan Nuzulul Quran. Banyak umat muslim memanfaatkan malam ini untuk mencapai target khataman atau menyelesaikan bacaan Al-Qur’an.
2. Memperbanyak Dzikir
Malam Nuzulul Quran juga waktu yang tepat untuk terus mengingat Allah lewat dzikir. Aktivitas ini menunjukkan konsistensi dan ketekunan seorang mukmin, sekaligus memiliki nilai ibadah yang tinggi.
3. Shalat Malam (Qiyamul Lail)
Mendirikan shalat malam termasuk ibadah utama setelah shalat fardhu. Malam Nuzulul Quran menjadi kesempatan terbaik untuk menambah pahala melalui qiyamul lail.
4. Itikaf di Masjid
Berdiam diri di masjid untuk ibadah (itikaf) membantu fokus pada malam Nuzulul Quran. Saat itikaf, Anda bisa menggabungkan membaca Al-Qur’an, dzikir, dan salat malam sekaligus.
5. Merenungkan Makna Al-Qur’an
Selain ibadah fisik, malam Nuzulul Quran juga saat yang tepat untuk merenungi pesan dan makna Al-Qur’an agar lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tinggalkan Komentar
Komentar