periskop.id - Jagat media sosial kembali ramai membicarakan polemik yang menimpa restoran Bibi Kelinci Kopitiam. Sebuah video CCTV yang viral pada September 2025 lalu kini berbuntut panjang. Nabilah O’Brien, sang pemilik, secara mengejutkan mengaku bahwa dirinya kini menjadi tersangka usai mengungkap aksi pelanggan yang membawa kabur pesanan tanpa membayar. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di balik rekaman video tersebut hingga memicu perselisihan panjang? Berikut adalah kronologi lengkap insiden yang bermula dari area dapur restoran.
Kronologi Insiden: Saat Area Terlarang Dapur Diterobos Pelanggan
Semua kerumitan ini bermula pada September 2025 lalu. Saat itu, kondisi restoran Bibi Kelinci Kopitiam sedang sangat ramai. Sepasang suami istri merasa tidak sabar menunggu pesanan mereka yang memakan waktu sekitar 30 menit. Ketidaksabaran ini berujung pada aksi nekat, sang istri menerobos masuk ke area dapur yang merupakan area terbatas bagi pelanggan.
Nabilah menjelaskan situasi mencekam tersebut dalam unggahannya, “Menunggu sekitar 30 menit, ibu ini masuk ke kitchen, memaki head kitchen saya, dan mengancam akan mengobrak-abrik restoran,” tulisnya. Di dalam dapur, terjadi intimidasi verbal terhadap kepala staf dapur. Tak berselang lama, suaminya menyusul masuk dan luapan emosi pun tak terhindari dengan memukul lemari pendingin serta membentak staf.
Puncaknya, pasangan ini meninggalkan restoran sambil membawa 11 bungkus makanan dan 3 minuman senilai Rp530 ribu tanpa melakukan pembayaran. Saat staf mencoba mengejar hingga ke area parkir untuk menagih, mereka justru mendapatkan respons yang arogan. Hal ini terungkap dari pesan singkat staf yang dibagikan Nabilah, “Kalau masih nyuruh saya bayar, jangan sampai saya lempar makanannya,” tulis staf tersebut menceritakan ancaman yang diterimanya.
Plot Twist Hukum: Nabilah O’Brien Jadi Tersangka Usai Melapor
Kejutan pahit datang beberapa bulan kemudian. Nabilah yang merasa sebagai korban justru harus berhadapan dengan kenyataan bahwa dirinya ditetapkan sebagai tersangka. Dalam unggahan terbarunya, Nabilah mengungkapkan bahwa selama lima bulan terakhir ia mengalami tekanan mental yang luar biasa.
Ia mengklaim diminta untuk mencabut pernyataannya dan mengakui bahwa rekaman CCTV yang ia unggah adalah sebuah fitnah. Lebih mengejutkan lagi, Nabilah menyebut adanya permintaan uang dalam jumlah fantastis agar kasusnya bisa selesai.
"Selama lima bulan saya diminta untuk mengakui bahwa apa yang saya ungkapkan dan CCTV saya adalah fitnah. Saya juga diminta Rp1 miliar. Saya sudah mencoba berbagai cara untuk membela diri, tapi saya benar-benar takut," ungkap Nabilah dengan nada getir.
Merasa terpojok dan tidak tahu harus berlindung ke mana lagi, Nabilah akhirnya menggunakan kekuatan media sosial untuk meminta perhatian dari pihak-pihak berwenang. Ia secara terbuka menandai akun Komisi III DPR RI serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Harapannya sederhana, ia hanya ingin kepastian hukum dan perlindungan sebagai warga negara yang merasa dirugikan. Nabilah menegaskan bahwa ia hanyalah seorang pengusaha yang ingin melanjutkan hidupnya dengan tenang tanpa bayang-bayang kriminalisasi.
Meski pasangan suami istri tersebut dikabarkan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencurian tersebut, status Nabilah sebagai tersangka tetap menjadi sorotan tajam publik. Banyak warganet yang menyuarakan dukungan agar kasus ini diusut secara transparan tanpa adanya intervensi pihak tertentu.
Tinggalkan Komentar
Komentar