periskop.id - Momen Idulfitri biasanya identik dengan saling memaafkan dan mempererat silaturahmi. Namun, suasana hangat tersebut justru berubah menjadi dingin dan tegang dalam acara halalbihalal aparatur sipil negara (ASN) di Pendopo Kabupaten Lebak pada Senin (30/3). Acara yang seharusnya menjadi ajang ramah tamah ini diwarnai perselisihan terbuka antara Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya, dan Wakil Bupati, Amir Hamzah.

Di hadapan ratusan pegawai pemerintah daerah yang hadir, ketegangan mulai terasa saat Bupati Hasbi menyampaikan sambutan resmi dari atas mimbar. Bukannya memberikan pesan-pesan persatuan, Hasbi justru melontarkan kritik tajam yang mengarah langsung kepada wakilnya.

Sentilan Bupati Soal Etika Birokrasi di Pemkab Lebak

Pemicu awal keretakan suasana ini adalah pembahasan mengenai batasan kewenangan kepala daerah. Hasbi menyoroti tindakan Amir Hamzah yang dinilainya sering melampaui aturan dalam berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Dalam Undang-Undang ASN Pasal 66, tugas wakil bupati itu jelas. Tidak boleh memanggil kepala dinas ke rumahnya, kecuali ada pendelegasian atau bupati berhalangan," tegas Hasbi di tengah pidatonya.

Pernyataan ini merujuk pada regulasi yang mengatur bahwa koordinasi dengan kepala dinas seharusnya dilakukan melalui jalur birokrasi resmi, bukan pertemuan personal. Namun, suasana mencapai titik didih ketika Hasbi mulai menyinggung ranah pribadi dan masa lalu Amir Hamzah.

Detik-Detik Wabup Amir Hamzah Keluar Area

Hasbi sempat melontarkan kalimat yang dianggap merendahkan dengan mengungkit status Amir sebagai mantan narapidana kasus suap sengketa Pilkada 2013 silam. "Uyuhan (masih mending) mantan napi jadi wakil bupati geh bersyukur," cetus Hasbi.

Mendengar ucapan tersebut, Amir Hamzah yang duduk di barisan depan sontak berdiri. Suasana Pendopo seketika riuh saat Amir berusaha melangkah menuju mimbar untuk menghampiri Hasbi. Beruntung, aksi tersebut segera diredam oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Lebak, asisten pribadi, hingga istri Bupati yang bergerak cepat menghalangi langkah Amir guna menghindari kontak fisik.

Untuk menenangkan keadaan, sejumlah ASN akhirnya menggandeng Amir keluar dari area Pendopo. Wakil Bupati tersebut memilih untuk meninggalkan lokasi dan tidak mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Klarifikasi Bupati Hasbi dan Kekecewaan Amir Hamzah

Ditemui usai acara, Bupati Hasbi berkilah bahwa dirinya tidak berniat menghina. Ia menyebut gaya bicaranya memang memiliki intonasi yang tinggi. Menurutnya, menyebut masa lalu Amir justru merupakan bentuk apresiasi karena yang bersangkutan mampu bangkit dan kembali menjabat sebagai pejabat publik.

Di sisi lain, Amir Hamzah menyatakan kekecewaan mendalam atas etika politik sang bupati. Bagi Amir, ucapan Hasbi di forum kenegaraan adalah bentuk penghinaan pribadi yang tidak pada tempatnya.

Meskipun diwarnai drama, acara halalbihalal tetap dilanjutkan dengan sesi makan bersama tanpa kehadiran sang Wakil Bupati. Insiden ini pun kini menjadi buah bibir di kalangan ASN dan masyarakat Lebak, menyisakan pertanyaan besar tentang bagaimana kelanjutan sinergi kepemimpinan di kabupaten tersebut ke depannya.