periskop.id - Dunia hiburan dangdut Indonesia diselimuti kabar duka setelah Genta KDI meninggal dunia karena komplikasi penyakit yang dialaminya. Genta dikabarkan meninggal pada Sabtu, 7 Maret 2026 di RSUD Balaraja, Kabupaten Tangerang.

Pria bernama asli Ahmad Subada Gentar itu diketahui menderita penyakit diabetes melitus. Akibat penyakit yang dideritanya itu, ia pun harus melakukan pemeriksaan rutin dengan bolak-balik ke rumah sakit.

Kepergian dirinya pun meninggalkan duka bagi keluarga, rekan artis, dan penggemar. Sebagai informasi, Genta KDI merupakan kontestan KDI season 2. Selain bernyanyi, ia juga memiliki peran sebagai produser, penyiar radio, sutradara, dan pelatih vokal.

Penyebab Kematian Genta KDI

Meninggalnya Genta disebabkan oleh komplikasi penyakit. Berdasarkan informasi yang beredar, ia diketahui mengidap penyakit diabetes melitus. Untuk menangani penyakitnya ini, ia harus rutin melakukan pemeriksaan di rumah sakit.

Penyakit diabetes yang dideritanya ternyata menjalar hingga mengakibatkan komplikasi gagal ginjal. Ia pun harus rutin cuci darah ke rumah sakit selama dua minggu sekali untuk menggantikan fungsi ginjal yang sudah tidak mampu menyaring racun.

Akibat penyakitnya itu, kondisi tubuhnya mengalami penurunan hingga akhirnya menghembuskan napas pada 7 Maret 2026 di RSUD Balaraja, Kabupaten Tangerang.

Ucapan Belasungkawa

Ucapan belasungkawa terhadap Genta KDI pun muncul, salah satunya dari pihak MNC TV KDI melalui akun Instagram resminya @mnctvkdi. Salah satu unggahannya menampilkan foto Genta yang dibarengi dengan ucapan turut berduka cita melalui caption-nya.

Rest in Love, Ahmad Subada Gentar ‘Genta KDI’. Keluarga Besar KDI turut berduka cita atas berpulangnya Ahmad Subada Gentar ‘Genta KDI’. Terima kasih atas karya, suara, dan kenangan indah yang telah diberikan. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” tulis caption dari akun tersebut.

Bagaimana Bahaya Diabetes?

Penyakit diabetes memiliki dampak yang berbahaya bagi tubuh karena akan mengakibatkan komplikasi penyakit lain. Penyebab komplikasi diabetes melitus sendiri adalah adanya peningkatan dan penurunan gula darah secara drastis. Kondisi ini dapat membahayakan tubuh jika tidak mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Komplikasi diabetes melitus terbagi ke dalam dua jenis, di antaranya komplikasi akut atau komplikasi yang dapat terjadi kapan saja dan komplikasi kronis atau komplikasi yang terjadi karena penumpukan dari waktu ke waktu.

Kedua komplikasi tersebut sama-sama dapat menimbulkan kondisi yang fatal jika tidak segera ditangani. Terdapat beberapa penyakit lain yang kemungkinan muncul akibat diabetes.

1. Gagal Ginjal

Diabetes dapat mengakibatkan kekurangan aliran darah ke ginjal. Penderitanya harus rutin melakukan cuci darah untuk menggantikan fungsi ginjal yang sudah rusak tersebut.

2. Gangguan Mata

Penyakit diabetes juga dapat mengakibatkan rusaknya pembuluh darah di retina yang berpotensi mengalami kebutaan. Penyumbatan pembuluh darah di retina juga dapat membentuk pembuluh darah baru yang tidak dapat berkembang dengan baik. Apabila pembuluh darah tersebut tidak mampu berkembang, maka berpotensi mengalami pecah sehingga terjadi pendarahan di dalam mata.

3. Penyakit Kardiovaskular

Tingkat kadar gula darah yang tinggi memicu terjadinya kerusakan pada pembuluh darah. Jika pembuluh darah mengalami kerusakan, berakibat pada gangguan sirkulasi darah di seluruh tubuh. Alhasil, fungsi jantung sebagai pemompa darah ke seluruh tubuh pun terganggu. Kondisi ini dapat menimbulkan penyakit jantung dan stroke.

4. Masalah pada Kulit dan Kaki

Rusaknya pembuluh darah dan saraf mengakibatkan aliran darah pada kaki tidak berjalan lancar sehingga muncul luka yang sulit sembuh. Umumnya, penyebab diabetes adalah tingginya kadar gula darah. Tingginya kadar gula darah itu memicu tumbuhnya jamur dan bakteri. Saat diabetes, tubuh tidak mampu menyembuhkan luka secara mandiri karena adanya penurunan imun tubuh.

5. Rusaknya Saraf

Diabetes mengakibatkan kerusakan saraf, seringnya terjadi pada kaki dan tangan. Penderitanya pun akan mengalami nyeri yang cukup hebat. Selain bagian kaki, kerusakan saraf juga dapat menyerang organ pencernaan, saluran kemih, pembuluh darah, hingga jantung.

Cara Mencegah Terjadinya Diabetes

Diabetes terjadi akibat resistensi insulin, yaitu kondisi ketika tubuh tidak dapat menggunakan hormon insulin secara optimal untuk mengatur kadar gula darah. Namun, penyakit ini dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat yang meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin.

Berikut beberapa cara mencegah diabetes:

1. Olahraga Teratur

Aktivitas fisik membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengontrol kadar gula darah. Disarankan berolahraga sekitar 150 menit per minggu.

2. Menjaga Berat Badan Ideal

Obesitas dapat mengganggu metabolisme dan meningkatkan risiko diabetes sehingga penting mengontrol asupan karbohidrat dan gula.

3. Menerapkan Pola Makan Sehat

Kurangi makanan cepat saji, tinggi gula, dan lemak. Perbanyak konsumsi makanan bernutrisi seperti protein, serat, dan vitamin, serta perhatikan porsi dan jadwal makan.

4. Rutin Cek Gula Darah

Pemeriksaan berkala membantu memantau kadar gula dan mendeteksi diabetes sejak dini.

5. Mengelola Stres

Stres dapat meningkatkan hormon kortisol yang memicu kenaikan gula darah sehingga perlu dikelola dengan baik.

6. Perbanyak Minum Air Putih

Mengganti minuman manis dengan air putih sekitar 2 liter per hari dapat membantu menjaga kadar gula darah.

7. Menjaga Kadar Vitamin D

Vitamin D membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Sumbernya antara lain ikan salmon, yoghurt, dan alpukat.

8. Berhenti Merokok

Merokok meningkatkan risiko diabetes sehingga menghentikan kebiasaan ini dapat membantu pencegahan.