periskop.id - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyepakati Friderica Widyasari Sari sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2026–2031. Setelah melalui rapat internal, Komisi XI juga menyepakati Hernawan Bekti Sasongko sebagai Wakil Ketua DK OJK.
“Diputuskan ada lima jabatan yang akan diisi, yaitu untuk Ketua Ibu Friderica Widyasari Sari, kemudian untuk Wakil Ketua Bapak Hernawan Bekti Sasongko,” ujar Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun kepada awak media di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (11/3).
Kilas Balik Perjalanan Pendidikan hingga Karier
Perempuan yang akrab dipanggil Kiki lahir di Cepu, Jawa Tengah, pada 28 November 1975. Sejak muda, Kiki sudah menunjukkan ketekunan luar biasa dalam menapaki dunia pendidikan.
Setelah menyelesaikan studi Sarjana Ekonomi di Universitas Gadjah Mada pada 2001, Kiki melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat dan meraih gelar Master of Business Administration dari California State University pada 2004. Latar belakang ini menjadi fondasi kuat bagi perjalanan kariernya di dunia finansial dan manajemen.
Namun, sebelum dunia pasar modal memanggilnya, Kiki menapaki jalur yang tak biasa bagi seorang profesional keuangan. Ia memulai karier di dunia hiburan, menjadi model untuk beberapa majalah dan berakting di berbagai sinetron. Pengalaman ini membekalinya kemampuan komunikasi publik yang matang—modal penting yang kelak membantunya memimpin organisasi besar.
Jejak profesional Kiki di dunia finansial dimulai pada 2005 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari sini, kariernya menanjak pesat; ia dipercaya menjadi Direktur Pengembangan BEI pada 2009 hingga 2015, mengelola berbagai program penguatan pasar modal Indonesia.
Tak lama setelah itu, Kiki bergabung dengan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai Direktur Keuangan pada 2015, dan kemudian menjabat Direktur Utama hingga 2019. Di KSEI, ia dikenal mampu menyelaraskan inovasi teknologi dengan tata kelola pasar yang transparan.
Selanjutnya, ia dipercaya memimpin PT BRI Danareksa Sekuritas sebagai Direktur Utama pada 2020–2022. Di sini, Kiki mengasah kepiawaiannya dalam manajemen risiko, strategi bisnis, dan pengembangan produk keuangan. Semua pengalaman ini membentuk Kiki menjadi sosok yang sangat siap untuk posisi strategis di level regulator.
Pada 2022, setelah lolos uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI DPR RI, Kiki resmi menjadi anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2022–2027. Ia memegang peran sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen. Sebelumnya, ia juga sempat menjabat sebagai pejabat sementara Ketua dan Wakil Ketua Dewan OJK, menggantikan Mahendra Siregar yang mengundurkan diri.
Kini, Kiki menjadi nakhoda OJK. Dengan pengalaman panjang di sektor pasar modal, kemampuan manajemen yang mumpuni, serta keahlian komunikasi publik yang terasah sejak awal kariernya, ia siap menavigasi tantangan industri jasa keuangan Indonesia.
Tinggalkan Komentar
Komentar