periskop.id - Dadan Hindayana merupakan sosok akademisi Indonesia yang kini dikenal luas setelah dipercaya menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Penunjukan dirinya menjadi perhatian publik karena latar belakangnya sebagai ilmuwan di bidang entomologi (ilmu serangga) yang kemudian memimpin lembaga strategis dalam program pemenuhan gizi nasional. 

Ia resmi dilantik pada 19 Agustus 2024 sebagai kepala pertama lembaga tersebut. 

Lahir di Garut, Jawa Barat, pada 10 Juli 1967, Dadan Hindayana menghabiskan sebagian besar kariernya di dunia akademik. 

Ia dikenal sebagai dosen dan peneliti di Institut Pertanian Bogor (IPB), dengan kontribusi yang cukup besar dalam bidang proteksi tanaman dan ekologi serangga. 

Pendidikan dan Perjalanan Karier Dadan Hindayana

Perjalanan pendidikan Dadan Hindayana menunjukkan konsistensi di bidang pertanian dan entomologi. Ia menempuh pendidikan sarjana di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada jurusan Proteksi Tanaman dan lulus pada tahun 1990. 

Setelah itu, ia melanjutkan studi ke Jerman dan meraih gelar magister di Universitas Bonn dalam bidang Entomologi Terapan. Tidak berhenti di situ, Dadan kemudian menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Leibniz Universität Hannover pada tahun 2000. 

Menariknya, ia dikenal sebagai lulusan terbaik di tingkat sarjana serta aktif menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional, yang memperkuat reputasinya sebagai akademisi serius di bidang sains pertanian. 

Karier Dadan Hindayana dimulai sebagai dosen di IPB sejak awal 1990-an. Dalam perjalanannya, ia tidak hanya mengajar tetapi juga menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan kampus. 

Ia pernah menjadi Sekretaris Kantor Persiapan Implementasi Otonomi IPB (2001–2002), Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha Penunjang (2003–2008), hingga Direktur ad-interim Direktorat Kerja Sama IPB. 

Puncak kariernya terjadi ketika Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Di posisi ini, ia bertanggung jawab mengawal program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah. 

  • 1986 – Lulus dari SMA Negeri Cimindi Cimahi, Kabupaten Bandung.
  • 1990 – Menyelesaikan S1 Proteksi Tanaman di Institut Pertanian Bogor (IPB), Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, sebagai lulusan terbaik.
  • 1992 – Mulai mengabdi sebagai Dosen di Departemen Proteksi Tanaman IPB, kemudian dikukuhkan sebagai Lektor.
  • 1997–2000 – Menempuh S3 Entomologi Terapan di Leibniz Universität Hannover, Jerman, meraih gelar doktor (Dr. rer. Hort) dengan publikasi ilmiah internasional.
  • 2000-an – Aktif sebagai akademisi dan peneliti entomologi, dengan fokus pada hama dan penyakit tumbuhan.
  • 2000–2010 – Menjabat berbagai posisi strategis di IPB, termasuk Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha IPB.
  • 2010-an – Terlibat sebagai Ketua STPK Banau Halmahera Barat dan konsultan lintas kementerian, memperluas kiprah di sektor pendidikan, pertanian, dan pembangunan SDM.
  • 19 Agustus 2024 – Dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), lembaga baru yang dibentuk pemerintah untuk mengawal program gizi nasional.
  • 2025–2026 – Menjadi sorotan publik dan DPR RI terkait kebijakan pengadaan motor listrik dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kontroversi

Sejak menjabat sebagai Kepala BGN, Dadan Hindayana tidak lepas dari sejumlah kontroversi yang menjadi sorotan publik. Salah satunya adalah pernyataannya mengenai konsumsi susu hingga dua liter per hari yang dianggap tidak realistis oleh sebagian masyarakat. 

Selain itu, ia juga sempat menuai perdebatan setelah mengusulkan pemanfaatan serangga sebagai sumber protein alternatif dalam program Makan Bergizi Gratis.

Meski kemudian ia menjelaskan bahwa hal tersebut bersifat kontekstual sesuai potensi lokal, wacana tersebut tetap memicu polemik di masyarakat. 

Kebijakan terkait pelaksanaan program makan gratis selama bulan Ramadan juga sempat menjadi perbincangan publik karena dinilai sensitif secara sosial dan budaya. 

Kekayaan

Berikut daftar kekayaan LHKPN Dadan Hindayana per 14 Maret 2025:

Kategori HartaRincianNilai (Rp)
Tanah & Bangunan- Tanah & bangunan 150 m²/250 m² di Kota Bogor (hasil sendiri) 
- Tanah 459 m² di Bogor (hasil sendiri)
5.900.000.000
Alat Transportasi & Mesin- Mobil 
- Motor listrik (sorotan publik terkait program MBG)
1.400.000.000
Kas & Setara Kas- Simpanan tunai dan rekening bank1.720.000.000
Total Kekayaan 9.020.000.000