Periskop.id - Industri persenjataan global saat ini dikuasai oleh sekelompok kecil perusahaan raksasa dengan satu pemimpin yang berdiri kokoh di puncak klasemen. 

Melansir Visual Capitalist pada Kamis (2/4), lanskap pertahanan dunia masih menunjukkan konsentrasi kekuatan yang sangat besar pada segelintir kontraktor utama.

Berdasarkan grafik yang disusun oleh Iswardi Ishak menggunakan data dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), terdapat pemetaan 20 perusahaan pertahanan terbesar berdasarkan total penjualan senjata sepanjang tahun 2024. 

Hasilnya mengonfirmasi bahwa Lockheed Martin berada jauh di depan para pesaingnya, sekaligus mempertegas dominasi Amerika Serikat dalam industri maut ini.

Mengapa Perusahaan Amerika Serikat Begitu Dominan?

Dominasi Amerika Serikat bukan tanpa alasan. Perusahaan asal Negeri Paman Sam mencakup enam dari sepuluh perusahaan teratas berdasarkan pendapatan penjualan senjata. Skala besar ini mencerminkan keterlibatan mereka dalam berbagai program pertahanan berbiaya tinggi dan berjangka panjang.

Proyek strategis mulai dari pengembangan jet tempur generasi terbaru hingga sistem pertahanan rudal yang canggih menghasilkan aliran pendapatan yang sangat stabil dalam durasi puluhan tahun. 

Secara keseluruhan, raksasa-raksasa ini menghasilkan ratusan miliar dolar dari penjualan senjata, namun perputaran uang tersebut sangat terkonsentrasi pada pemain pemain utama saja.

Lockheed Martin memimpin pasar secara mutlak dengan pendapatan dari sektor senjata mencapai hampir 65 miliar dolar AS. Angka fantastis ini menempatkan mereka jauh di atas kompetitor terdekatnya seperti RTX (dahulu Raytheon Technologies) dan Northrop Grumman. 

Selain itu, nama besar lainnya seperti General Dynamics, Boeing, dan L3Harris Technologies juga berhasil menembus posisi 10 besar, yang secara praktis membuat perusahaan Amerika Serikat menguasai enam posisi teratas di dunia.

Eropa dan China Terus Memperluas Pengaruh

Meskipun Amerika Serikat memegang kendali utama, laporan SIPRI juga menunjukkan adanya pergeseran lanskap global secara bertahap dengan bangkitnya kekuatan dari wilayah lain. 

Perusahaan-perusahaan asal Eropa tetap menjadi pemain kunci di pasar internasional, walaupun secara pendapatan individu mereka masih berada di bawah kontraktor terbesar Amerika Serikat.

BAE Systems asal Inggris berhasil menempati posisi keempat secara keseluruhan. Selain itu, beberapa raksasa Eropa lainnya seperti Leonardo, Airbus, Thales, dan Rheinmetall tetap konsisten mengamankan posisi mereka dalam jajaran 20 besar dunia.

Di sisi lain, ekspansi basis industri pertahanan China juga terlihat semakin menonjol. Perusahaan milik negara China kini memainkan peran vital, terutama di sektor kedirgantaraan, elektronik, dan pembuatan kapal perang. 

Nama-nama besar seperti AVIC, CETC, NORINCO, China State Shipbuilding Corporation, serta China Aerospace Science and Technology Corporation mulai mendominasi daftar peringkat global. 

Kehadiran mereka mencerminkan ambisi besar Beijing dalam memperkuat kemandirian militer dan memperluas pengaruh industri pertahanannya ke kancah internasional.

Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun takhta saat ini masih diduduki oleh raksasa-raksasa lama dari Barat, kekuatan baru dari Asia terus membayangi dan siap mengubah peta persaingan di masa depan.

Berikut adalah 20 perusahaan senjata terbesar dunia pada 2024:

PeringkatPerusahaanPendapatan Senjata (US$ Miliar)Persentase dari Total Pendapatan (%)
1Lockheed Martin Corp.64,6591,0
2RTX Corporation43,6054,0
3Northrop Grumman37,8592,2
4BAE Systems33,7995,4
5General Dynamics33,6370,4
6Boeing30,5545,9
7Rostec27,1269,7
8Aviation Industry Corp.20,3225,0
9China Electronics Technology Group18,9234,3
10L3Harris Technologies16,2176,0
11NORINCO13,9722,7
12Leonardo13,8372,0
13Airbus13,3717,9
14China State Shipbuilding Corp.12,3324,8
15Thales11,8053,0
16Huntington Ingalls Industries10,2889,1
17China Aerospace Science and Technology Corp.10,2330,0
18Leidos9,3756,2
19Amentum8,3360,1
20Rheinmetall8,2478,1