Periskop.id - Ketegangan geopolitik global terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Konflik bersenjata di berbagai wilayah, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan sekutunya dengan Iran serta konflik yang melibatkan Israel di Timur Tengah, kembali menempatkan industri persenjataan sebagai faktor penting dalam dinamika politik internasional.
Persaingan kekuatan militer dan kebutuhan negara negara untuk memperkuat pertahanan membuat permintaan senjata meningkat. Dalam situasi ini, perdagangan senjata antarnegara memainkan peran besar dalam membentuk keseimbangan kekuatan global.
Laporan terbaru Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) berjudul Trends in International Arms Transfers 2025 yang dirilis pada 9 Maret 2026 menunjukkan bahwa volume global transfer persenjataan utama meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir.
Menurut laporan SIPRI, volume global transfer persenjataan utama antarnegara pada periode 2021–2025 meningkat 9,2% dibandingkan periode 2016–2020. Peningkatan ini menjadi yang terbesar sejak periode 2011–2015.
Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan negara negara untuk memperkuat sistem pertahanan di tengah ketidakpastian geopolitik global, konflik regional, serta rivalitas antara kekuatan besar dunia.
Amerika Serikat Tetap Menjadi Eksportir Senjata Terbesar
AS tetap menjadi pemasok senjata terbesar di dunia dengan selisih yang sangat jauh dibandingkan negara lain.
Ekspor senjata AS meningkat 27% antara periode 2016–2020 dan 2021–2025. Dengan pertumbuhan tersebut, pangsa ekspor senjata AS mencapai 42% dari total ekspor senjata global.
Porsi ini bahkan lebih besar dibandingkan gabungan pangsa tujuh pemasok senjata terbesar berikutnya.
Selama periode 2021–2025, AS mengekspor persenjataan utama ke 99 negara. Negara negara penerima tersebut tersebar di berbagai kawasan dunia, yaitu:
- 35 negara di Eropa
- 18 negara di Amerika
- 17 negara di Afrika
- 17 negara di Asia dan Oseania
- 12 negara di Timur Tengah
AS juga termasuk dalam tiga pemasok senjata terbesar bagi 76 negara di dunia.
Ekspor senjata AS ke Eropa Melonjak Tajam
Untuk pertama kalinya dalam dua dekade terakhir, kawasan yang menerima porsi terbesar ekspor senjata AS adalah Eropa, dengan pangsa 38% dari total ekspor senjata AS pada periode 2021–2025.
Ekspor senjata AS ke Eropa meningkat sangat tajam, yakni 217% dibandingkan periode 2016–2020.
Peningkatan ini tidak terlepas dari perang Rusia Ukraina yang dimulai pada 2022. Banyak negara Eropa meningkatkan anggaran pertahanan dan membeli senjata baru untuk memperkuat keamanan regional.
Sekitar 25% dari ekspor senjata AS ke Eropa berupa bantuan militer kepada Ukraina, yang setara dengan 9,4% dari total ekspor senjata AS secara global.
Namun, meningkatnya kerahasiaan terkait pengiriman senjata ke Ukraina pada 2025 membuat estimasi yang akurat menjadi lebih sulit. Informasi publik menunjukkan bahwa pemerintahan Donald J. Trump mengurangi bantuan militer AS kepada Ukraina pada tahun tersebut.
Selain itu, AS juga memiliki pesanan ekspor senjata yang besar dari negara-negara Eropa. Hingga akhir 2025, 12 negara Eropa telah memesan atau memilih untuk memesan total 466 pesawat tempur F-35. Sebanyak 39 pesawat dipesan atau dipilih untuk dipesan pada 2025.
Timur Tengah Masih Menjadi Pasar Besar Senjata AS
Negara-negara di Timur Tengah menerima 33% dari ekspor senjata AS pada periode 2021–2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 45 persen.
Secara keseluruhan, ekspor senjata AS ke Timur Tengah turun sekitar 6% antara dua periode tersebut.
Arab Saudi tetap menjadi penerima terbesar senjata AS dengan pangsa 12% dari total ekspor senjata AS. Negara ini menjadi pembeli terbesar baik di tingkat regional maupun global.
Selain Arab Saudi, negara-negara lain di Timur Tengah yang termasuk dalam 10 penerima terbesar senjata AS adalah:
- Qatar dengan pangsa 7,4%
- Kuwait dengan pangsa 4,2%
Sementara itu, Israel berada di posisi ke-12 penerima terbesar senjata AS dengan pangsa sekitar 3,1%.
Asia Pasifik Menjadi Kawasan Strategis
Ekspor senjata AS ke kawasan Asia dan Oseania menyumbang sekitar 26% dari total ekspor senjata AS, relatif tidak berubah dibandingkan periode 2016–2020.
Kebijakan ekspor senjata AS ke kawasan ini banyak dipengaruhi oleh tujuan strategis untuk membatasi pengaruh China di kawasan Indo Pasifik.
Tiga negara di kawasan ini termasuk dalam 10 penerima terbesar senjata AS:
- Jepang dengan pangsa 8,9%
- Australia dengan pangsa 5,6%
- Korea Selatan dengan pangsa 3,9%
Selain itu, Taiwan berada di posisi ke-16 penerima terbesar senjata AS dengan pangsa sekitar 1,9%.
Israel Masuk Tujuh Besar Eksportir Senjata Dunia
Selain sebagai pembeli senjata AS, Israel juga merupakan salah satu eksportir senjata besar di dunia.
Dengan pangsa 4,4% dari total ekspor senjata global, Israel menempati posisi ketujuh eksportir senjata terbesar dunia pada periode 2021–2025.
Ini menjadi pertama kalinya Israel melampaui Inggris dalam daftar 10 besar pemasok senjata global.
Ekspor senjata Israel meningkat 56% dibandingkan periode lima tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini memperkuat industri persenjataan domestik Israel yang juga berperan penting dalam mendukung operasi militer negara tersebut di berbagai front konflik.
Peningkatan ekspor ini terjadi meskipun beberapa negara mulai menunjukkan keengganan membeli senjata Israel akibat meningkatnya korban sipil dalam operasi militer di Gaza.
Israel dikenal memproduksi berbagai sistem persenjataan canggih, termasuk sistem pertahanan udara, yang saat ini memiliki permintaan tinggi di pasar global.
Pada periode 2021–2025, Israel mengekspor senjata ke berbagai kawasan:
- 23 negara di Eropa yang menyerap 41% ekspor Israel
- 10 negara di Asia dan Oseania dengan pangsa 40%
- 5 negara di kawasan Amerika dengan pangsa 8,6%
- 7 negara di Afrika
Iran Mulai Muncul Sebagai Eksportir Senjata
Sementara itu, Iran berada di peringkat ke-25 eksportir senjata terbesar dunia.
Pangsa ekspor senjata Iran mencapai 0,3% dari total ekspor global pada periode 2021–2025. Angka ini meningkat tajam dibandingkan pangsa 0,1% pada periode 2016–2020, atau naik sekitar 395%.
Sebagian besar ekspor senjata Iran ditujukan ke:
- Rusia dengan pangsa 73%
- Venezuela dengan pangsa 17%
- kelompok Houthi dengan pangsa sekitar 9,1%
Iran diketahui mengekspor berbagai sistem senjata seperti drone serang dan rudal yang digunakan dalam konflik modern.
Daftar Eksportir Senjata Terbesar Dunia
Berikut pangsa ekspor senjata global menurut laporan SIPRI:
| Peringkat | Negara | Pangsa Ekspor 2021–25 | Pangsa 2016–20 | Perubahan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Amerika Serikat | 42% | 36% | +27% |
| 2 | Prancis | 9,8% | 8.8% | +21% |
| 3 | Rusia | 6,8% | 21% | -64% |
| 4 | Jerman | 5,7% | 5,4% | +15% |
| 5 | China | 5,6% | 5,5% | +11% |
| 6 | Italia | 5,1% | 2,2% | +157% |
| 7 | Israel | 4,4% | 3,1% | +56% |
| 8 | Inggris | 3,4% | 3,3% | +13% |
| 9 | Korea Selatan | 3,0% | 2,6% | +24% |
| 10 | Spanyol | 2,3% | 2,4% | +6.7% |
| 11 | Turkiye | 1,8% | 0,9% | +122% |
| 12 | Belanda | 1,2% | 2,1% | -34% |
| 13 | Norwegia | 1,0% | 0,2% | +349% |
| 14 | Polandia | 1,0% | <0,05% | +4387% |
| 15 | Swedia | 0,9% | 0,6% | +58% |
| 16 | Kanada | 0,7% | 0,4% | +82% |
| 17 | Ceko | 0,4% | 0,3% | +62% |
| 18 | Afrika Selatan | 0,4% | 0,4% | -7.2% |
| 19 | Denmark | 0,3% | <0,05% | +739% |
| 20 | Swiss | 0,3% | 0,7% | -51% |
| 21 | Ukraina | 0,3% | 1,0% | -66% |
| 22 | Australia | 0,3% | 0,6% | -44% |
| 23 | Belgia | 0,3% | 0,1% | +270% |
| 24 | Brasil | 0,3% | 0,3% | -9.3% |
| 25 | Iran | 0,3% | 0,1% | +395% |
Tinggalkan Komentar
Komentar