Periskop.id - Lanskap keamanan global mengalami pergeseran drastis dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan laporan terbaru bertajuk “Trends In International Arms Transfers 2025” yang diterbitkan oleh Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) pada 9 Maret 2026, arus perpindahan senjata berat dunia kini berpusat di Eropa.

Konflik yang berkepanjangan telah menempatkan Ukraina sebagai penerima persenjataan utama terbesar di dunia untuk periode 2021 hingga 2025. 

Ukraina menyerap 9,7% dari total impor senjata global, sebuah lonjakan yang sangat masif mengingat pada periode 2016 hingga 2020 porsinya hanya berada di angka 0,1%.

Eropa Dominasi Arus Senjata Global

Untuk pertama kalinya sejak dekade 1960-an, Eropa menjadi kawasan dengan pangsa impor senjata terbesar di dunia, yakni mencapai 33%. Hal ini menggeser kawasan Asia dan Oseania yang kini berada di posisi kedua dengan porsi 31%.

Timur Tengah menyusul di peringkat ketiga dengan 26%, sementara kawasan Amerika (5,6%) dan Afrika (4,3%) mencatatkan porsi yang jauh lebih kecil. 

Secara kumulatif, lima negara importir terbesar di dunia saat ini adalah Ukraina, India, Arab Saudi, Qatar, dan Pakistan. Gabungan dari kelima negara ini menguasai 35% dari seluruh total impor senjata global.

Posisi Indonesia dan Pilihan Alutsista Strategis

Di tengah dinamika global tersebut, Indonesia tetap memperkuat sistem pertahanannya dan menempati peringkat ke 18 sebagai negara pengimpor senjata terbesar di dunia. 

Berdasarkan laporan tersebut, impor senjata Indonesia didominasi oleh tiga negara pemasok utama, yaitu Italia (40%), Amerika Serikat (16%), dan Prancis (14%).

Ketergantungan Indonesia pada ketiga negara ini mencerminkan strategi modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang berfokus pada kekuatan maritim dan udara. Berikut adalah beberapa alutsista penting yang diimpor Indonesia dari para pemasok tersebut:

  1. Italia: Dominasi Italia didorong oleh pengadaan kapal perang canggih. Salah satu kesepakatan terbesar adalah pembelian Kapal Patroli Lepas Pantai (PPA) atau Thaon di Revel class dari galangan kapal Fincantieri yang dapat berfungsi sebagai fregat berat.
  2. Amerika Serikat: Fokus impor dari Amerika Serikat terletak pada angkutan udara dan helikopter tempur. Indonesia telah menerima unit pesawat angkut berat C-130J Super Hercules. Selain itu, peningkatan kemampuan pesawat tempur F-16 melalui program Enhanced Mid-Life Update (EMLU) juga melibatkan komponen besar dari AS.
  3. Prancis: Kerja sama dengan Prancis semakin erat melalui pengadaan jet tempur generasi 4,5, Rafale, yang proses pengirimannya mulai berjalan bertahap. Indonesia juga telah menerima dua unit pesawat angkut militer Airbus A400m. 

Daftar 20 Besar Negara Pengimpor Senjata Terbesar Dunia (2021–2025)

Berikut adalah rincian pangsa impor senjata top 20 global:

PeringkatNegaraPangsa Impor Global 2021–25 (%)
1Ukraina9,7
2India8,2
3Arab Saudi6,8
4Qatar6,4
5Pakistan4,2
6Jepang3,9
7Polandia3,6
8Amerika Serikat2,9
9Kuwait2,8
10Australia2,8
11Uni Emirat Arab2,7
12Mesir2,6
13Inggris2,1
14Israel1,9
15Belanda1,8
16Korea Selatan1,8
17Jerman1,7
18Indonesia1,5
19Yunani1,5
20Norwegia1,4