Periskop.id - Pertanyaan Arsenal runner up berapa kali di EPL sering muncul setiap musim ketika The Gunners kembali bersaing di papan atas klasemen. Dalam beberapa tahun terakhir, Arsenal memang tampil konsisten sebagai kandidat juara Premier League, tetapi berulang kali harus puas finis di posisi kedua.

Persaingan Arsenal dengan Manchester City dalam beberapa musim ini menjadi faktor utama yang membuat The Gunners kembali berpotensi finis sebagai runner-up. Dalam salah satu laga krusial terbaru, Arsenal harus menerima kekalahan 2–1 dari Manchester City.

Sejak era Premier League dimulai pada 1992, Arsenal tercatat sudah sembilan kali menjadi runner-up EPL. Statistik ini menunjukkan bahwa Arsenal bukan tim yang lemah, melainkan klub besar yang kerap berada sangat dekat dengan gelar juara, tetapi gagal di fase penentuan musim.

Arsenal Runner Up Berapa Kali di Era Premier League?

Sepanjang sejarah Premier League, Arsenal tercatat finis sebagai runner-up sebanyak sembilan kali. Sebagian besar posisi kedua tersebut terjadi saat persaingan gelar berlangsung sangat ketat melawan klub-klub besar seperti Manchester United, Chelsea, hingga Manchester City.

Musim 1998/1999 – Kalah Tipis dari Manchester United

Arsenal hampir mempertahankan gelar juara setelah sukses pada musim sebelumnya. Tim asuhan Arsène Wenger tampil konsisten sepanjang musim, tetapi akhirnya harus mengakui keunggulan Manchester United dengan selisih satu poin saja. Persaingan berlangsung hingga pekan terakhir dan menjadi salah satu perebutan gelar paling dramatis dalam sejarah EPL.

Musim 1999/2000 – United Masih Terlalu Kuat

Arsenal kembali finis di posisi kedua, namun kali ini selisih poin dengan Manchester United cukup jauh. Meski lini serang Arsenal tampil tajam berkat kontribusi Thierry Henry dan Dennis Bergkamp, dominasi skuad Sir Alex Ferguson sulit dihentikan.

Musim 2000/2001 – Tiga Kali Runner Up Beruntun

Ini menjadi musim ketiga berturut-turut Arsenal menutup kompetisi di posisi runner-up. Konsistensi permainan tetap terjaga, tetapi Manchester United masih tampil lebih stabil sepanjang musim.

Musim 2002/2003 – Gagal Pertahankan Gelar Juara

Setelah menjadi juara pada musim sebelumnya, Arsenal kembali memimpin klasemen dalam periode panjang kompetisi. Namun mereka kehilangan momentum di fase akhir musim dan akhirnya disalip Manchester United dalam perebutan gelar.

Musim 2004/2005 – Setelah Era Invincibles

Usai mencetak sejarah sebagai juara tanpa kekalahan pada musim 2003/2004, Arsenal tetap tampil kompetitif di musim berikutnya. Sayangnya, Chelsea yang dilatih José Mourinho tampil luar biasa dominan dan mengunci gelar juara liga.

Musim 2015/2016 – Peluang Emas yang Terlewat

Musim ini sering dianggap sebagai kesempatan terbaik Arsenal untuk kembali menjadi juara setelah era Invincibles. Saat banyak klub besar tampil inkonsisten, justru Leicester City yang membuat kejutan dengan menjuarai liga. Arsenal akhirnya harus puas finis di posisi kedua.

Musim 2022/2023 – Disalip Manchester City di Tikungan Akhir

Arsenal sempat memimpin klasemen Premier League dalam waktu lama sepanjang musim. Namun beberapa hasil kurang maksimal di pekan-pekan terakhir membuat Manchester City mengambil alih posisi puncak dan mengunci gelar juara.

Musim 2023/2024 – Kembali Kalah Konsisten dari Manchester City

Arsenal tampil lebih matang dibanding musim sebelumnya dan bersaing hingga pekan terakhir. Meski mencatat performa impresif sepanjang musim, konsistensi Manchester City kembali menjadi pembeda dalam perebutan gelar EPL.

Musim 2024/2025 – Gagal Diparuh Kedua Musim

Arsenal juga kembali menjadi runner-up pada musim 2024/2025 setelah kalah bersaing dalam perebutan gelar. Sempat memimpin klasemen di periode awal, Arsenal gagal di paruh kedua kompetisi, mirip dengan musim 2022/23 dan 2023/24. Menjelang akhir musim 2024/2025, Arsenal tertahan dengan 71 poin dari 37 laga, sementara Liverpool melaju tak terkejar.

Artinya, dalam dua dekade terakhir saja, Arsenal sudah beberapa kali berada sangat dekat dengan trofi namun gagal mengamankannya.

Era Invincibles Jadi Titik Balik Dominasi Arsenal

Jika melihat sejarah EPL, Arsenal sebenarnya pernah menjadi kekuatan dominan. Musim 2003/2004 menjadi momen legendaris ketika mereka menjuarai liga tanpa satu pun kekalahan.

Namun sejak saat itu, Arsenal belum pernah lagi mengangkat trofi Premier League.

Menariknya, dalam tiga musim terakhir mereka justru konsisten menjadi pesaing serius juara, tetapi tetap mentok sebagai runner-up. Dua kali kalah dari Manchester City dan sekali dari Liverpool menunjukkan bahwa Arsenal bukan tim lemah—melainkan tim kuat yang selalu berada “satu langkah di belakang”.

Bukan Hanya EPL, Arsenal Juga Sering Runner Up di Kompetisi Lain

Status runner-up tidak hanya terjadi di Premier League. Arsenal juga kembali gagal meraih trofi Carabao Cup setelah kalah 0–2 dari Manchester City pada final 2026. Kekalahan tersebut menambah catatan Arsenal yang sudah tujuh kali menjadi runner-up di ajang tersebut.

Fakta ini memperlihatkan bahwa Arsenal sebenarnya konsisten tampil kompetitif di berbagai kompetisi, tetapi masih kesulitan menuntaskan musim dengan gelar juara.