Periskop.id - Dinamika geopolitik dunia pada 2026 menunjukkan pergeseran signifikan dalam jumlah personel militer aktif. Berdasarkan data terbaru dari GlobalFirepower per April 2026 yang dihimpun oleh Visual Capitalist, jumlah tentara aktif tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya populasi suatu negara, melainkan lebih dipengaruhi oleh intensitas ketegangan regional dan prioritas pertahanan nasional.
China masih kokoh mempertahankan posisinya sebagai negara dengan kekuatan militer aktif terbesar di planet ini.
Dengan dukungan populasi yang masif serta program modernisasi angkatan bersenjata yang telah berjalan selama bertahun tahun, China kini memiliki sekitar 2 juta personel aktif. Angka ini menempatkan Negeri Tirai Bambu jauh di atas pesaing-pesaing utamanya dalam hal kuantitas pasukan.
Di bawah China, India menempati posisi kedua dengan jumlah personel aktif mencapai 1,4 juta orang. Besarnya angka ini mencerminkan populasi India yang sangat besar sekaligus menjadi respons atas kekhawatiran keamanan regional yang terus berlangsung di perbatasan mereka.
Sementara itu, Amerika Serikat menduduki peringkat ketiga dengan sekitar 1,3 juta personel militer aktif. Meski secara jumlah personel berada di bawah China dan India, Amerika Serikat tetap memegang predikat sebagai negara dengan anggaran pertahanan terbesar di dunia, yang memungkinkan mereka memiliki keunggulan dalam teknologi dan operasional militer global.
Anomali Korea Utara dan Ukraina
Salah satu temuan paling menarik dalam data tahun 2026 ini adalah kekuatan militer Korea Utara.
Meski memiliki populasi yang jauh lebih kecil dibandingkan Amerika Serikat, Korea Utara memiliki jumlah pasukan yang hampir setara, yakni sekitar 1,3 juta personel aktif. Hal ini menjadikan Korea Utara sebagai salah satu negara paling termiliterisasi di dunia.
Faktanya, hampir 5% dari total populasi Korea Utara yang berjumlah sekitar 27 juta jiwa bertugas sebagai tentara aktif.
Fokus ekstrem pada sektor pertahanan ini merupakan dampak dari isolasi geopolitik selama berpuluh puluh tahun serta ketegangan abadi yang terjadi di Semenanjung Korea.
Kasus serupa juga terlihat pada Ukraina. Akibat konflik yang masih berlangsung dengan Rusia, Ukraina kini mempertahankan hampir 900 ribu personel aktif dari total populasi sekitar 40 juta jiwa.
Negara lain seperti Taiwan dan Eritrea juga menunjukkan pola yang sama, di mana tekanan keamanan regional memaksa mereka memiliki angkatan bersenjata yang besar jika dibandingkan dengan rasio jumlah penduduknya.
Populasi Besar Bukan Jaminan Tentara Banyak
Data ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa jumlah penduduk yang besar otomatis menghasilkan jumlah militer yang besar pula.
Indonesia dan Brasil menjadi contoh nyata dalam hal ini. Meskipun kedua negara tersebut memiliki populasi lebih dari 200 juta jiwa, baik Indonesia maupun Brasil memiliki kurang dari 450 ribu personel militer aktif.
Hal ini membuktikan bahwa prioritas geopolitik dan stabilitas keamanan di suatu wilayah jauh lebih menentukan besarnya angkatan bersenjata suatu negara dibandingkan sekadar jumlah penduduk.
Rincian Peringkat 20 Besar Militer Aktif Dunia 2026
Berikut adalah rincian jumlah personel militer aktif dari berbagai negara di dunia berdasarkan urutan teratas:
| Peringkat | Negara | Jumlah Personel Militer Aktif |
|---|---|---|
| 1 | China | 2.000.000 |
| 2 | India | 1.400.000 |
| 3 | Amerika Serikat | 1.300.000 |
| 4 | Rusia | 1.300.000 |
| 5 | Korea Utara | 1.300.000 |
| 6 | Ukraina | 900.000 |
| 7 | Pakistan | 660.000 |
| 8 | Iran | 610.000 |
| 9 | Ethiopia | 503.000 |
| 10 | Turki | 481.000 |
| 11 | Vietnam | 450.000 |
| 12 | Korea Selatan | 450.000 |
| 13 | Mesir | 439.000 |
| 14 | Kolombia | 429.000 |
| 15 | Indonesia | 405.000 |
| 16 | Maroko | 400.000 |
| 17 | Meksiko | 387.000 |
| 18 | Brasil | 376.000 |
| 19 | Taiwan | 361.000 |
| 20 | Eritrea | 350.000 |
Tinggalkan Komentar
Komentar