iklan periskop
Ekonomi

Dugaan Langgar Ekspor Sawit, PT MMS Terancam Proses Hukum

Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyebut PT MMS berpotensi diproses hukum atas dugaan pelanggaran ekspor turunan CPO.

9 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Dugaan Langgar Ekspor Sawit, PT MMS Terancam Proses Hukum
Konferensi Pers Ditjen Bea Cukai dan Ditjen Pajak bersama Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Polri, Kamis (6/11). Foto: Periskop.id/Siti Ayu Rachma
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, PT MMS berpotensi menghadapi proses hukum usai ditemukannya dugaan pelanggaran dalam kegiatan ekspor produk turunan kelapa sawit (crude palm oil/CPO). ‎Temuan tersebut merupakan hasil operasi gabungan Kementerian Keuangan melalui Ditjen Bea Cukai dan Ditjen Pajak bersama Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Polri.

‎"Nanti begitu kita rapatkan di situ memang ada potensi penegakan hukum, potensi pelanggaran, menyangkut proses pelanggaran hukum, apakah itu tipikor atau kasus yang lain, tentunya akan kita rapatkan untuk kita lakukan penegakan hukum yang bukan yang utama," kata Listyo kepada media, Jakarta, Kamis (6/11).

‎Ia menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menutup potensi kebocoran penerimaan negara dari sektor ekspor sawit.

‎"Kita ingin agar kebocoran-kebocoran yang sudah terjadi ini bisa kita kembalikan untuk negara," tegasnya.

‎Listyo menjelaskan, barang bukti hasil penyitaan akan diproses sesuai ketentuan hukum. Setelah melalui proses pengadilan, barang yang telah dinyatakan menjadi milik negara dapat dilelang atau diserahkan kepada BUMN, bergantung pada putusan pengadilan.

‎"Kalau sawit itu kan turunannya banyak sekali, enggak hanya untuk biodiesel atau untuk sabun mandi juga," imbuhnya.

‎Selain PT MMS, Listyo mengungkapkan saat ini ada sekitar 290 perusahaan lain yang sedang dalam pemantauan terkait potensi pelanggaran serupa.

‎"Ya ada beberapa perusahaan tapi tadi satu yang baru disebutkan, yang lain juga ada. Tentunya nanti secara bertahap akan dilakukan beda-beda," Listyo mengakhiri.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Minyak Kelapa Sawit, CPO, dan ekspor CPO dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.