periskop.id - Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan akar persoalan investasi di Indonesia bukan terletak pada regulasi, melainkan pada hambatan implementasi di lapangan. Ia menilai kendala teknis yang tidak terlihat dalam aturan formal inilah yang menyebabkan Indonesia tertinggal dari negara-negara tetangga dalam menarik investor global.
"Kita kalah dari Vietnam, Thailand, Singapura, Malaysia. Contohnya kemarin, Nvidia memilih Johor, Malaysia, bukan Indonesia,” ujar Purbaya dalam paparannya pada agenda Rapimnas Kadin, ditulis Selasa (2/12).
Menurutnya, perangkat aturan dan kebijakan investasi Indonesia sudah tersusun rapi. Namun, yang menjadi masalah adalah eksekusi di tingkat operasional. Ia menggambarkan kesenjangan antara jawaban birokrasi dan kenyataan yang dialami pelaku usaha.
"Kalau saya panggil pejabat, saya tanya ada hambatan? Mereka jawab, tidak ada, Pak. Keluhan? Tidak ada, Pak. Tapi begitu saya tanya pelaku bisnis, jawabannya justru susah,” ucapnya.
Selain itu, Purbaya menekankan bahwa perbedaan persepsi ini menunjukkan adanya bottleneck yang tidak terselesaikan meski regulasi sudah memadai. Situasi itu disebutnya membuat sektor swasta enggan bergerak lebih agresif, sehingga potensi pertumbuhan ekonomi tidak bisa dioptimalkan.
Sebagai respon terhadap hal tersebut, saat ini pemerintah telah membentuk Task Force Debottlenecking, sebuah tim khusus lintas kementerian yang bertugas menangani hambatan investasi secara langsung.
Adapun mekanisme kerjanya dibuat lebih tegas dengan model semi-sidang, sehingga setiap laporan dari pelaku usaha dapat ditangani tanpa penundaan birokrasi.
"Saya sudah alokasikan satu hari penuh setiap pekan untuk memimpin sidang debottlenecking ini," sambung Purbaya dalam paparannya.
Ia berharap forum tersebut dapat membuka jalan bagi percepatan investasi, khususnya dari sektor swasta yang selama ini terhambat oleh persoalan teknis dan administratif. Sehingga eksekusi menjadi faktor penentu agar Indonesia mampu mengejar negara lain yang sudah lebih dulu memperkuat daya tarik investasinya.
"Kalau hambatan di lapangan tidak dibereskan, investasi tidak akan bergerak,” pungkasnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar