Periskop.id - Konsultan properti Cushman & Wakefield mengungkapkan, jalur kereta Moda Raya Terpadu (MRT) menjadi faktor yang semakin penting dipertimbangkan oleh penyewa perkantoran.
"Kalau kita bicara kaitannya pasar perkantoran ini dengan koridor MRT fase 1, kita bisa lihat jalur MRT itu menjadi faktor yang semakin penting dipertimbangkan oleh para penyewa untuk mencari lokasi kantor dalam rangka relokasi maupun ekspansi di masa mendatang," ujar Direktur Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia Arief Rahardjo dalam konferensi pers daring di Jakarta, Rabu (17/12).
Menurut Arief, tingkat hunian gedung-gedung perkantoran grade AS sepanjang jalur MRT fase 1 mengalami peningkatan lebih cepat dibandingkan gedung-gedung di luar jalur MRT. Perbedaan tingkat hunian tersebut semakin melebar dan telah berlipat ganda dalam 3 tahun terakhir.
"Jadi kita lihat seiring dengan ekspansi MRT fase 2, lokasi yang paling dicari selanjutnya untuk permintaan dan pengembangan perkantoran dalam waktu dekat itu kemungkinan besar terjadi di koridor Thamrin dan juga Kota Tua," tuturnya.
Kendati demikian, karena kelangkaan dari lahan kosong yang ada di koridor tersebut, kemungkinan akan terjadi opsi redevelopment di koridor tersebut. "Prosedur perijinan dan negosiasi biaya interkoneksi dengan pihak MRT dan pihak swasta ini juga perlu dipertimbangkan lebih lanjut dalam proses ini," ujar Arief.
Angka Keterangkutan
Sebagai informasi, PT MRT Jakarta (Perseroda) mencatatkan 4.487.284 pelanggan menggunakan layanan transportasi publik mereka sepanjang Oktober 2025. Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda) Ahmad Pratomo mengatakan, pada Oktober 2025 ini pula, di hari kerja Senin-Jumat, angka keterangkutan (ridership) mencapai 157.977 pelanggan per hari dan pada akhir pekan (weekend) mencapai 106.727 pelanggan.
Dari total angka keterangkutan, 771 ribu lebih pelanggan tercatat di Stasiun Dukuh Atas BNI. Diikuti oleh Stasiun Lebak Bulus sebesar lebih dari 473 ribu pelanggan, Stasiun Blok M BCA sekitar 461 ribu pelanggan, Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta dengan 456 ribu pelanggan, dan Stasiun Istora Mandiri dengan 384 ribu pelanggan.
Saat ini, MRT Fase 2A juga tengah dikebut pengerjaannya. Seperti diketahui, jalur MRT Jakarta Fase 2A akan menghubungkan Stasiun Bundaran HI hingga Kota sepanjang sekitar 5,8 kilometer. Fase ini terdiri atas tujuh stasiun bawah tanah, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.
Hingga 25 Juli 2025, progres pembangunan Fase 2A telah mencapai 51,31%, sedikit lebih cepat dari target rencana 50,23%. Progres tersebut meliputi segmen 1 rute Bundaran HI-Harmoni sebesar 74,3% dan segmen 2 rute Harmoni-Kota dengan realisasi progres 41,6%. PT MRT Jakarta menargetkan Fase 2A segmen 1 selesai pada 2027, dan segmen 2 ditargetkan selesai pada 2029.
Tinggalkan Komentar
Komentar