periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program dengan penyerapan anggaran tercepat di lingkungan kementerian dan lembaga (K/L).
"KL dengan serapan cepat yang kira-kira menyerap cepat anggaran di KL pertama MBG lah MBG nomor satu," kata Purbaya kepada wartawan, Jakarta, dikutip Jumat (9/1).
Purbaya menilai MBG memiliki tingkat serapan yang tinggi karena program tersebut sudah berjalan dan langsung menyasar pelaksanaan di lapangan, khususnya di sekolah-sekolah. Dengan operasional yang telah berlangsung, belanja program ini dipastikan sudah terealisasi dalam jumlah yang signifikan dibandingkan program K/L lainnya.
"MBG udah belanja pasti dia udah belanja banyak. Tapi yang paling cepat sepertinya itu Terus saya lupa Tapi yang saya yakin MBG duluan, karena udah jalan kan sekolahnya," terang dia.
Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan realisasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai Rp51,5 triliun hingga 31 Desember 2025. Angka tersebut setara dengan 72,5 persen dari total pagu APBN MBG sebesar Rp71 triliun.
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono mengatakan hingga 7 Januari 2026, program ini telah menjangkau 56,13 juta penerima manfaat dari target 82,9 juta penerima. Pelaksanaan MBG didukung oleh 19.343 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah.
"Realisasi MBG per 31 Desember 2025 mencapai Rp51,5 triliun," kata Thomas dalam konferensi pers APBN KiTa, Jakarta, Kamis (8/1).
Selain meningkatkan akses gizi masyarakat, Thomas bilang, program MBG juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Tercatat sebanyak 789.319 pekerja terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.
Tinggalkan Komentar
Komentar