periskop.id - Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkap adanya keterkaitan militer dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Temuan ICW menunjukkan enam yayasan mitra MBG terafiliasi dengan militer, melibatkan perwira TNI aktif hingga purnawirawan jenderal dalam struktur kepengurusan yayasan.

Keterlibatan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan serta mengaburkan batas antara fungsi militer dan urusan sipil dalam program sosial negara.

Berdasarkan penelusuran ICW, enam yayasan mitra MBG yang memiliki afiliasi dengan militer, yaitu Yayasan Adi Upaya, Yayasan Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya, Yayasan Kartika Purna Yudha, Yayasan Manunggal Kartika Jaya, Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan, Yayasan Mualaf Indonesia Timur

Yayasan-yayasan tersebut tercatat terlibat dalam pelaksanaan MBG di berbagai daerah dengan struktur pengurus yang diisi unsur militer.

Sembilan Perwira TNI Aktif di Struktur Yayasan

ICW mengungkap keterlibatan perwira TNI aktif dalam sejumlah yayasan mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan konsentrasi terbesar berada di Yayasan Adi Upaya. 

“Kebanyakan dari Yayasan Adi Upaya, dua dari Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan, dan satu dari Yayasan Manunggal Kartika Jaya,” kata Yassar saat memberikan keterangan di RESONANSI, Jakarta, Kamis (8/1).

Di yayasan Adi Upaya, tercatat enam perwira TNI aktif, yakni Marsekal TNI Mohammad Tonny Harjono, Marsekal Pertama TNI Erwan Andrian, Marsekal Muda TNI Yostariza, Marsekal Madya TNI Arif Mustofa, Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi, serta Marsekal Pertama TNI Moch. Ishak Sugandi.

Selain Yayasan Adi Upaya, keterlibatan perwira TNI aktif juga ditemukan pada yayasan mitra MBG lainnya. Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo dan Letnan Jenderal TNI Rui Fernando Guedes tercatat berada dalam struktur Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan. Sementara itu, Brigadir Jenderal TNI Totok Suhartono teridentifikasi berada di balik Yayasan Manunggal Kartika Jaya.

Keterlibatan sembilan perwira TNI aktif di tiga yayasan tersebut menimbulkan sorotan karena program MBG merupakan program sipil yang didanai APBN dan tidak berkaitan langsung dengan fungsi pertahanan negara. ICW menilai kondisi ini berpotensi menimbulkan persoalan tata kelola, tumpang tindih peran, serta membuka ruang konflik kepentingan dalam pelaksanaan kebijakan publik.

19 Purnawirawan TNI Terlibat di Yayasan Mitra MBG

Selain perwira aktif, ICW juga mencatat keterlibatan purnawirawan TNI dalam struktur yayasan mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peneliti ICW menyebut jumlahnya tidak kecil dan melibatkan figur-figur dengan rekam jejak kuat di lingkungan militer.

“Ini yang purnawirawan ada 19, beberapa nama begitu mencolok di sini,” kata Yassar.

Dalam temuan tersebut, ICW mengidentifikasi nama-nama purnawirawan TNI yang berada di balik yayasan mitra MBG, antara lain Jemi Trisonjaya, I Nyoman Sumantha, Ashadi Tjahjadi, Indrianto Wibowo Leksono, Musa Bangun, Arri Sujono, Hasan Londang, Eko Djalmo Asmadi, Dodik Wijanarko, Agustadi Sasongko Purnomo, Kiki Syahnakri, Daniel Tjen, Achmad Yuliarto, Wiyarto, Suyatrinu Wardedi, Sjafrie Sjamsoeddin, Eddy Syahputra Siahaan, Anas Djoko Setiadji, serta Ryamizard Ryacudu.

ICW menilai keterlibatan purnawirawan dalam jumlah signifikan tersebut memperkuat indikasi bahwa program MBG tidak sepenuhnya steril dari jejaring kekuasaan lama. Meski tidak lagi menjabat secara formal, para purnawirawan dinilai tetap memiliki pengaruh politik dan akses yang kuat, sehingga berpotensi memengaruhi proses pengambilan keputusan dan distribusi program publik.