periskop.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman sama sekali tidak membebani anggaran negara, justru menjadi sinyal positif bagi pemulihan kepercayaan pasar modal.
“Nggak ada, saya untung kalau dia mundur dia bayar pajak. Bukan saya yang bayar juga gajinya. Nggak ada ke fiskal. Kalau saya pikir ini sinyal yang positif,” kata Purbaya kepada awak media di Jakarta, Jumat (30/1).
Purbaya menilai keputusan Iman tersebut mencerminkan respons cepat otoritas terhadap situasi terkini. Langkah ini dianggap sebagai bukti keseriusan dalam menangani gejolak yang terjadi di lantai bursa.
Menurutnya, persepsi investor adalah kunci utama saat ini. Tindakan tegas dan cepat sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas psikologis pelaku pasar.
“Artinya investor di pasar modal maupun di real sector lihat bahwa kita handle masalah dengan cepat dan sungguh-sungguh,” jelasnya.
Sebelumnya, Iman Rachman secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi nomor satu di BEI. Keputusan ini diambil menyusul turbulensi pasar yang cukup hebat dalam beberapa hari terakhir.
“Sebagai bentuk tanggung jawab saya atas kondisi pasar dua hari terakhir, saya memutuskan mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama BEI,” ujar Iman di Gedung BEI, Jumat (30/1).
Pengunduran diri ini merupakan respons langsung atas insiden penghentian perdagangan (trading halt) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pasar saham sempat terhenti dua kali berturut-turut pada 28 dan 29 Januari 2026 akibat penurunan tajam.
Langkah Iman ini terbilang mengejutkan karena datang lebih awal dari jadwal. Semula, evaluasi jabatan direncanakan baru akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Juni mendatang.
Iman berharap keputusannya dapat meredakan ketegangan pasar. Ia ingin memberikan ruang bagi pemimpin baru untuk segera menstabilkan kondisi bursa yang tengah tertekan.
Momentum ini terjadi di tengah agenda besar pemerintah. Saat ini, otoritas tengah mempercepat reformasi pasar modal, termasuk rencana demutualisasi bursa yang ditargetkan rampung kuartal I 2026.
Tinggalkan Komentar
Komentar