periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai Indonesia tengah memasuki fase ekspansi ekonomi baru yang berpotensi berlangsung hingga satu dekade ke depan. Ia merujuk pada pola siklus bisnis yang menunjukkan periode ekspansi biasanya terjadi selama 7 hingga 10 tahun, sebelum diikuti resesi singkat sekitar satu tahun.
Menurut Purbaya, Indonesia sebelumnya mengalami fase ekspansi panjang sejak 2009 hingga 2020, lalu memasuki masa resesi. Kini, perekonomian kembali berada dalam fase ekspansi baru.
"Artinya kalau kita betul, kita pintar, sampai 10 tahun, kita bisa ekspansi terus sampai 2033," kata Purbaya dalam acara Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2).
Ia optimistis, dengan kebijakan fiskal yang tepat dan terukur, momentum pertumbuhan ini dapat terus dijaga. Pemerintah, kata dia, menempatkan APBN sebagai instrumen kontra-siklikal untuk membalikkan perlambatan ekonomi menjadi fase pertumbuhan yang lebih cepat, tanpa mengorbankan disiplin fiskal.
Selain itu, sejumlah indikator ekonomi pendahulu (leading economic index) yang mencerminkan arah ekonomi 6–12 bulan ke depan mulai menunjukkan tren peningkatan setelah sempat melemah. Indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi saat ini (coincident economic index) juga mulai bergerak naik.
"Coincident economic index, itu indeks menggambarkan ekonomi sekarang, juga mulai naik," tambahnya.
Purbaya menilai, jika tren perbaikan ini konsisten dan dijaga dengan kebijakan yang tepat, Indonesia berpeluang menikmati ekspansi ekonomi berkelanjutan hingga 2033. Ia pun meyakini prospek jangka menengah ekonomi nasional tetap cerah di tengah dinamika global.
"Dan kalau kita jaga dengan baik, kita akan bisa terus terjadi sampai 2033 nanti. Jadi kelihatannya, kita mungkin ada kemungkinan besar, Pak, bisa membawa ekonomi Indonesia ke Indonesia emas, bukan Indonesia suram," tutup Purbaya.
Tinggalkan Komentar
Komentar