periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim bahwa Bank Dunia (World Bank) menyatakan permohonan maaf atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang direvisi menjadi lebih rendah.
Dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026, Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7% pada 2026, dari sebelumnya 4,8% yang diperkirakan pada Oktober 2025.
"Ada yang bilang pertumbuhan kita cuma 4,7% itu World Bank kan ya. Begitu ketemu sana dia minta maaf loh dia minta maaf ambilin forecast-nya, karena belum di-publish sebelum diskusi dengan bosnya di sana," kata Purbaya, Jakarta, Selasa (21/24).
Meski tidak mempermasalahkan revisi tersebut, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tetap optimistis terhadap prospek ekonomi nasional. Ia menyebut, berbagai reformasi struktural yang telah dilakukan menjadi faktor utama yang menjaga ketahanan ekonomi Indonesia di tengah gejolak global.
Kalau China mungkin marah, tapi kita tidak. Saya hanya bilang ke mereka bahwa proyeksinya memang terlalu rendah. Jadi tidak perlu diperdebatkan atau dibalik sekarang. Nanti saja kita buktikan bahwa proyeksi itu salah," imbuh Purbaya.
Menurutnya, reformasi di sektor perpajakan, kepabeanan, serta penguatan kebijakan fiskal telah dilakukan jauh sebelum tekanan global meningkat, termasuk akibat konflik geopolitik. Hal ini membuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap kuat dan mampu menjadi penopang stabilitas ekonomi.
"Saya bilang ke mereka kenapa Indonesia lebih bagus dibanding negara-negara lain relatif karena kita sudah melakukan reformasi sebelum pergolakan di global itu terjadi sebelum perang kita udah perbaikan ekonominya disini, reformasi di pajak, Bea Cukai, dan lain-lain sehingga kondisi APBN kita kuat jadi itu yang bisa jaga terus ke depan," tutup Purbaya.
Tinggalkan Komentar
Komentar