Periskop.id - Kondisi ekonomi global diprediksi akan mengalami perlambatan signifikan pada tahun 2026. Berdasarkan laporan World Economic Outlook (WEO) edisi April 2026 yang dirilis oleh Dana Moneter Internasional (IMF), pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan hanya mencapai level 3,1% pada 2026 dan sedikit meningkat ke angka 3,2% pada 2027.
IMF mengungkapkan bahwa angka ini merupakan pertumbuhan terlemah jika dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan pada periode 2024 hingga 2025 yang mencapai 3,4%.
Lebih mengkhawatirkan lagi, IMF mengklaim bahwa laju pertumbuhan ini merupakan yang terendah dalam 20 tahun terakhir, mengingat rata-rata pertumbuhan dunia pada periode 2000 hingga 2019 berada di angka 3,7%.
Faktor utama yang menjadi pemberat dalam revisi ke bawah ini adalah eskalasi perang yang terjadi di berbagai belahan dunia, terutama di Timur Tengah yang mengakibatkan tertutupnya akses Selat Hormuz sebagai jalur distribusi strategis minyak dunia.
Meskipun secara global melambat, tiga negara Asia yakni India, Indonesia, dan China secara berurutan muncul sebagai kumpulan ekonomi terbesar dunia (G20) dengan proyeksi pertumbuhan tertinggi pada 2026. Ketiga negara ini menunjukkan ketangguhan yang berbeda dalam menghadapi guncangan geopolitik.
India
IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan India untuk tahun fiskal ini menjadi 6,5%. Angka ini naik dari proyeksi Januari sebesar 6,4% dan proyeksi Oktober tahun lalu yang sebesar 6,2%.
Kenaikan optimis ini didorong oleh efek limpahan (carryover) dari kinerja ekonomi yang kuat pada 2025. Selain itu, kebijakan penurunan tarif Amerika Serikat dari 50% menjadi 10% sangat membantu India dalam mengimbangi dampak negatif akibat konflik Iran.
Ekonomi India diperkirakan akan tetap stabil di angka 6,5% hingga tahun 2027 atau 2028.
Indonesia
Berbeda dengan India, IMF memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5% pada tahun ini. Padahal, pada proyeksi WEO edisi Januari 2026, ekonomi Indonesia masih diharapkan tumbuh sebesar 5,1%.
Penurunan proyeksi ini sejalan dengan kondisi ekonomi dunia yang dihantui oleh konflik geopolitik di Timur Tengah. Meski demikian, IMF masih mempertahankan optimisme bahwa ekonomi Indonesia akan kembali ke level 5,1% pada 2027.
China
Ekonomi China diproyeksikan tumbuh sebesar 4,4% pada tahun 2026. Angka ini menegaskan ketahanan China di tengah tekanan global akibat konflik Timur Tengah.
Meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan pembaruan Januari, proyeksi ini masih lebih tinggi dari perkiraan Oktober 2025.
Revisi naik sebesar 0,2 poin persentase dari data Oktober mencerminkan langkah stimulus pemerintah China yang mampu mengimbangi guncangan energi, serta dampak positif dari penurunan tarif efektif Amerika Serikat terhadap barang-barang asal China.
Untuk tahun 2027, China diprediksi tumbuh di level 4%.
Dampak Konflik Selat Hormuz pada Arab Saudi dan Amerika Serikat
Konflik yang terjadi di Selat Hormuz memberikan dampak yang kontras bagi negara negara yang terlibat maupun yang terdampak secara logistik.
Arab Saudi, sebagai salah satu negara penghasil minyak terbesar dunia, terkena dampak langsung dari penutupan Selat Hormuz. IMF memproyeksikan pertumbuhan Arab Saudi hanya sebesar 3,1% pada 2026.
Angka ini merosot tajam dibandingkan perkiraan Januari 2026 yang sempat mencapai 4,5%. Namun, pertumbuhan Arab Saudi diprediksi akan pulih kembali ke angka 4,5% pada tahun 2027.
Di sisi lain, Amerika Serikat yang dinilai sebagai pemicu konflik di Selat Hormuz diperkirakan tumbuh sebesar 2,3% pada 2026. Angka ini mengalami sedikit koreksi dari perkiraan Januari yang sebesar 2,4%, namun tetap lebih baik jika dibandingkan dengan proyeksi Oktober 2025 di level 2,1%.
Pada 2027, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat diprediksi melambat ke angka 2,1%.
Rincian Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi G20 Tahun 2026
Berdasarkan laporan IMF edisi April 2026, berikut adalah urutan negara dengan proyeksi pertumbuhan dari yang tertinggi hingga terendah dalam kelompok 20 ekonomi terbesar dunia:
| Negara | Pertumbuhan (%) |
|---|---|
| India | 6,5% |
| Indonesia | 5,0% |
| China | 4,4% |
| Türkiye | 3,4% |
| Polandia | 3,3% |
| Arab Saudi | 3,1% |
| Amerika Serikat | 2,3% |
| Spanyol | 2,1% |
| Australia | 2,0% |
| Brasil | 1,9% |
| Korea Selatan | 1,9% |
| Meksiko | 1,6% |
| Kanada | 1,5% |
| Belanda | 1,2% |
| Rusia | 1,1% |
| Prancis | 0,9% |
| Inggris | 0,8% |
| Jerman | 0,8% |
| Jepang | 0,7% |
| Italia | 0,5% |
Tinggalkan Komentar
Komentar