periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai dalam beberapa tahun ke depan. Meski banyak yang bersepkulasi bahwa target tersebut mustahil dicapai, menurutnya angka tersebut mulai terlihat dalam dua hingga tiga tahun mendatang.
"Jadi pertumbuhan 8% mungkin orang-orang bilang terlalu tinggi, tapi kalau untuk saya sudah hampir kelihatan nanti 2 tahun, 3 tahun lagi, Anda udah ngeliat tuh angka 8 persen udah nyundul-nyundul ke atas," kata Purbaya dalam acara Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksadana, Jakarta, (27/4).
Menurut dia, prospek pertumbuhan ekonomi yang semakin kuat juga akan berdampak positif terhadap pasar saham domestik. Ia menyebut, kinerja pasar saham berpotensi mengalami peningkatan signifikan seiring dengan membaiknya fundamental ekonomi.
"Artinya prospek pasar saham kita juga akan naik dengan signifikan," tuturnya.
Meski demikian, Purbaya mengakui tidak semua masyarakat memiliki waktu dan kemampuan untuk memantau pergerakan saham secara rutin, terutama bagi kalangan pekerja profesional. Oleh karena itu, ia menyarankan agar masyarakat dapat tetap menikmati pertumbuhan ekonomi melalui instrumen investasi yang dikelola oleh pihak profesional.
"Kalau gitu gimana caranya mereka bisa menikmati pertumbuhan ekonomi yang gak langsung di pasar saham itu? Yaitu ya menyerahkan ke ahlinya. Ahlinya dalam ini adalah pengelola fund, fund manager dalam bentuk reksadana," tutur dia.
Purbaya menuturkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan diproyeksikan akan lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang berada di kisaran 5 hingga 5,5%. Ia mencontohkan, pada triwulan terakhir ekonomi tumbuh sekitar 5,39%.
"Di tengah gejolak ekonomi global yang tidak jelas itu, kita bisa mampu menciptakan pertumbuhan domestik yang cukup baik. Dan ini akan terjadi terus ke depan," tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar