periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusung paradigma baru dalam pengelolaan ekonomi Indonesia. Ia menegaskan, arah kebijakan ekonomi ke depan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan semata, tetapi juga pada pemerataan kesejahteraan dan penguatan stabilitas nasional.

Menurut Purbaya, pemerintah mendorong pendekatan yang pro-pertumbuhan sekaligus pro-rakyat. Artinya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata serta tetap menjaga stabilitas nasional sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.

“Kita mengusung paradigma baru untuk pengelolaan ekonomi Indonesia: pro-pertumbuhan dan pro-rakyat dengan menjaga pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerataan kesejahteraan, dan stabilitas nasional,” ujarnya.

“Pokoknya kita maunya wong cilik iso gemuyu (orang kecil bisa tertawa),” kata Purbaya dalam acara Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara Jakarta, Jumat (13/2).

Mantan Ketua LPS itu menambahkan, kerangka kebijakan tersebut membutuhkan sinergi lintas lembaga, terutama koordinasi yang kuat antara kebijakan fiskal dan moneter.

Optimalisasi peran masing-masing kementerian/lembaga (K/L) dinilai menjadi kunci agar kebijakan yang ditempuh mampu memberikan dampak nyata terhadap perekonomian nasional.

“Kerangka kebijakan ini membutuhkan sinergi lintas lembaga, terutama koordinasi fiskal-moneter termasuk dengan optimalisasi peran Danantara,” tambahnya.