periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait penerapan survival mode yang saat ini diterapkan di Indonesia. Pendekatan tersebut menekankan pentingnya optimalisasi seluruh sumber daya serta pengetatan pengawasan terhadap program-program pemerintah.
Menurut Purbaya, kondisi saat ini tidak lagi memberi ruang bagi kebijakan yang dijalankan secara tidak serius. Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan, khususnya di sektor fiskal seperti pajak, harus dikelola secara optimal agar tidak berdampak negatif terhadap perekonomian.
"Artinya kita nggak boleh main-main lagi. Kalau pajaknya main-main, hancur kita kira-kira begitu," kata Purbaya saat media briefing di Jakarta, Sabtu (25/4).
Ia menegaskan pihaknya akan memaksimalkan seluruh instrumen yang dimiliki untuk memastikan pengelolaan keuangan negara berjalan efektif. Pengawasan juga akan diperkuat, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui kebijakan percepatan pembangunan yang akan dimonitor oleh satuan tugas khusus.
"Pak Presiden sudah mengeluarkan kepres percepatan pembangunan. Semua akan diawasi oleh satu satgas, termasuk program yang dibuat di dalamnya. Itu yang disebut survival mode," terangnya.
Selain itu, Purbaya menekankan pentingnya menutup berbagai celah inefisiensi dan kebocoran anggaran yang masih terjadi. Meski sistem perpajakan dan kepabeanan dinilai sudah cukup maju, pemerintah masih menemukan sejumlah ruang perbaikan yang akan segera ditindaklanjuti.
"Walaupun sudah maju, biaya cukai dan pajak masih ada kebocoran di sana-sini yang bisa ditutup. Jadi itu yang disebut survival mode," tutup Purbaya.
Tinggalkan Komentar
Komentar