Periskop.id - Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan menyampaikan, keseluruhan ekosistem bisnis perseroan, yakni layanan pergadaian dan layanan bank emas, mengelola total 136 ton emas hingga akhir tahun lalu.
“Selama tahun 2025, kelolaan ekosistem emas di Pegadaian mencapai 136 ton, yang mencakup portofolio agunan emas produk gadai dan portofolio layanan bank emas pegadaian,” ujarnya di Jakarta, Senin (18/2).
Terkait layanan bank emas, ia menuturkan perseroan mencatatkan total transaksi dan kelolaan emas sebesar 33,7 ton sepanjang 2025. Ia mengatakan, layanan bank emas tersebut terdiri dari transaksi tabungan emas mencapai 17,1 ton, transaksi deposito emas 2,18 ton, transaksi cicil emas 10,3 ton, serta sisanya berasal dari transaksi titipan emas korporasi dan pinjaman modal kerja emas.
“Hal ini membuktikan bahwa masyarakat semakin aware (sadar) untuk berinvestasi dalam bentuk emas, serta paham dan bijak dalam mengoptimalkan aset emas yang dimiliki,” tuturnya.
Menjelang genap satu tahun peresmian layanan bank emas pada 26 Februari mendatang, Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian Ferdian Timur Satyagraha optimistis, pihaknya dapat lebih mengembangkan produk dan layanan bulion.
Hal tersebut terutama usai diterbitkannya fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Nomor 166 tahun 2026, tentang Layanan Kegiatan Usaha Bulion Berdasarkan Prinsip Syariah pada tanggal 13 Februari lalu.
Fatwa DSN-MUI tersebut menjadi landasan normatif sekaligus pedoman operasional yang strategis bagi industri bulion dalam menjalankan kegiatan usaha secara transparan dan akuntabel sesuai prinsip syariah. Juga bertujuan mendorong terciptanya ekosistem emas syariah di Indonesia yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan.
Untuk meningkatkan pangsa pasar (market share) ekosistem bulion Pegadaian, Ferdian mengatakan, pihaknya akan terus mengoptimalisasi layanan bank emas digital melalui aplikasi TRING!.
Ia menyampaikan, kehadiran aplikasi tersebut diharapkan dapat menyempurnakan ekosistem layanan bank emas perseroan, dengan memberikan kemudahan dalam berinteraksi, kecepatan dalam bertransaksi serta kenyamanan dalam berinvestasi emas.
“Melalui TRING!, seluruh nasabah Pegadaian, baik yang baby boomer hingga Gen Z, baik nasabah Pegadaian konvensional maupun Pegadaian syariah dapat mengakses seluruh produk Pegadaian secara real-time dalam satu aplikasi,” ungkapnya.
Laba Bersih
Untuk diketahui, PT Pegadaian membukukan laba bersih senilai Rp8,34 triliun sepanjang 2025, meningkat 42,6% dibandingkan capaian tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) yang tercatat sebesar Rp5,85 triliun.
Damar menuturkan, kinerja positif tersebut didorong oleh realisasi aset perusahaan sebesar Rp151,7 triliun, atau tumbuh 47,8% yoy dari Rp102,6 triliun pada 2024. Ia menuturkan, hal tersebut juga didukung oleh pencapaian Outstanding Loan (OSL) Gross sebesar Rp126 triliun, yang melonjak 47,5% dibandingkan nilai OSL Gross pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp85,4 triliun.
Dengan pencapaian tersebut, perseroan berhasil mencatatkan peningkatan Return on Asset (ROA) menjadi 6,7% dan Return on Equity (ROE) menjadi 21,73%.
Sementara itu, tingkat pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) turun signifikan, dari 0,63% pada 2024 menjadi 0,38% pada 2025. Hal ini mencerminkan kualitas pembiayaan perseroan semakin meningkat dan pengelolaan bisnis menjadi semakin sehat.
“Pegadaian terus berkomitmen mendukung pertumbuhan perekonomian kerakyatan melalui layanan produk gadai yang inklusif, layanan pinjaman mikro yang memudahkan, serta layanan Bank Emas Pegadaian yang andal,” kata Damar.
Ia menyatakan, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dana cepat tanpa harus kehilangan aset melalui layanan produk gadai. Sedangkan dengan layanan pinjaman mikro, para pelaku UMKM bisa memiliki akses yang terjangkau terhadap modal kerja untuk meningkatkan kapasitas bisnis dan pengembangan usaha.
Masyarakat juga semakin dimudahkan dalam merencanakan, mengelola dan mengoptimalkan portofolio investasi emas, baik secara fisik maupun digital dengan layanan bank emas.
“Pegadaian hadir menyambut kepercayaan masyarakat tersebut dengan berbagai produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan,” imbuhnya.
Terkait target kinerja pada 2026, Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian Ferdian Timur Satyagraha optimis bisnis perusahaan dapat terus tumbuh meskipun kondisi perekonomian nasional dan geopolitik global masih menjadi tantangan.
“Dengan penerapan strategi korporasi yang adaptif, penguatan layanan berbasis solusi, kepatuhan terhadap regulasi dan transformasi budaya perusahaan yang berkelanjutan, Pegadaian akan mampu menjawab setiap tantangan untuk terus mewujudkan kinerja yang bertumbuh, bisnis yang berkembang, tata kelola yang sehat serta layanan operasional yang aman,” pungkasnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar