Periskop.id - Harga emas dunia kembali merosot hingga lebih dari 2% pada perdagangan Kamis (16/7). Pelemahan itu membuat emas turun ke bawah level psikologis US$ 4.000 per ons troi dan menyentuh posisi terendah dalam dua pekan.
Penurunan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Dikutip dari Reuters, kondisi itu memicu kenaikan harga minyak sekaligus memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Amerika Serikat.
"Harga minyak membuat ekspektasi imbal hasil obligasi AS terus meningkat. Pasar bahkan mulai melihat peluang kenaikan suku bunga paling cepat pada September, dan itu menjadi tekanan bagi harga emas," ujar Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities Bart Melek, Kamis (16/7).
Data perdagangan menunjukkan harga emas spot ditutup turun 2,06% menjadi US$ 3.976,58 per ons troi. Logam mulia itu juga sempat menyentuh level terendah sejak 1 Juli.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup melemah 1,77% ke posisi US$ 3.980,15 per ons troi. Penurunan tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap aset safe haven.
Menurut Bart Melek, kenaikan harga minyak mendorong ekspektasi imbal hasil obligasi pemerintah AS semakin tinggi. Kondisi itu disebut mengurangi daya tarik emas karena tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga.
Di sisi lain, harga minyak masih bertahan di dekat level tertinggi dalam satu bulan terakhir. Reuters melaporkan, pasar mencermati potensi gangguan pasokan energi dari Timur Tengah.
Risiko tersebut meningkat setelah Iran meminta kelompok Houthi di Yaman bersiap menutup jalur pelayaran minyak di Laut Merah apabila Amerika Serikat menyerang infrastruktur energi Iran. Situasi itu disebut memperbesar kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Menurut laporan Reuters, lonjakan harga minyak kembali memicu kekhawatiran inflasi. Dampaknya, pelaku pasar memperkirakan suku bunga AS akan bertahan tinggi lebih lama sehingga menekan minat terhadap emas.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 53% bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan September.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar