Periskop.id - Menteri Koperasi Ferry Juliantono meminta pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih dipercepat, sehingga dapat segera beroperasi.
Dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Jakarta, Rabu (18/2), Ferry menekankan pentingnya kelancaran pembangunan fisik Kopdes Merah Putih, untuk pemberdayaan ekonomi rakyat di tingkat desa.
Menkop mengungkapkan, hingga saat ini sebanyak 30.336 koperasi desa sedang dalam tahap pembangunan. Namun, ia mengakui masih ada tantangan, terutama terkait ketersediaan lahan.
“Kami memahami adanya keterbatasan lahan di beberapa desa dan kelurahan. Oleh karena itu, kami akan segera menyesuaikan spesifikasi pembangunan fisik koperasi agar lebih fleksibel dan sesuai dengan kondisi lokal,” ujar Ferry.
Sebagai solusi, Ferry mengatakan, Kemenkop berencana mengeluarkan kebijakan customized design atau desain fisik bangunan koperasi yang disesuaikan dengan kondisi lokal. Khususnya untuk koperasi yang dibangun di desa dengan keterbatasan luas lahan.
Ia mengatakan, kebijakan ini akan diteruskan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai pelaksana pembangunan fisik gedung Kopdes Merah Putih.
Berdasarkan data Command Center Kemenkop, sebanyak 48.734 lahan telah dipetakan, dengan 30.336 titik dalam tahap pembangunan fisik. Dari jumlah tersebut, 1.135 titik telah rampung 100%.
Ferry pun menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak untuk mempercepat pembangunan fisik, termasuk pemerintah daerah. “Kami berharap ada sinergi yang lebih kuat antara pusat dan daerah, terutama dalam hal pengadaan lahan dan pembangunan infrastruktur,” serunya.
Seiring pembangunan fisik, Ferry menyatakan Kemenkop juga terus menyiapkan pelatihan sumber daya manusia (SDM) agar pengurus koperasi dapat mengelola secara profesional, transparan, dan akuntabel.
“Dengan pembangunan fisik yang lebih cepat dan pengelolaan yang lebih baik, Kopdes Merah Putih akan semakin berperan dalam mendorong kesejahteraan masyarakat desa dan mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Ferry.
Dalam kesempatan yang sama Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan juga mendorong agar puluhan ribu Kopdes Merah Putih dapat segera beroperasi, selambatnya pada Juni tahun ini.
Seribu Kopdes
Sementara itu, Ferry menyampaikan progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih telah mencapai 1.000 unit yang selesai dibangun dari target 80 ribu unit.
Ferry mengatakan, hingga Februari 2026 jumlah Kopdes Merah Putih yang sedang dalam proses pembangunan mencapai hampir 20 ribu unit, dengan progres fisik rata-rata mencapai 20%.
“Asumsinya kalau sekarang 20%, pada Mei nanti sudah selesai 100 % dibangun (20 ribu unit),” kata dia.
Ferry menegaskan, pembangunan Kopdes Merah Putih membutuhkan persiapan matang agar koperasi yang dibangun dapat segera beroperasi optimal. “Persiapan ini mencakup sistem manajemen, penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta dukungan teknis lainnya agar koperasi bisa langsung berjalan begitu selesai dibangun,” ujarnya.
Ia menambahkan, setelah target 20 ribu unit rampung pada pertengahan tahun, pemerintah akan melanjutkan pembangunan gelombang berikutnya dengan jumlah puluhan ribu unit tambahan, hingga mencapai 80 ribu unit pada akhir 2026.
Ferry sebelumnya pada 23 Januari lalu menyatakan sebanyak 27 ribu Kopdes Merah Putih ditargetkan siap beroperasi pada April 2026. Jumlah tersebut menjadi tahap pertama dari target pembangunan 80 ribu unit.
“Jadi nanti bertahap dan seperti yang disampaikan oleh Presiden nanti akan mencapai 80 ribu koperasi di akhir tahun ini,” ucap dia.
Sekadar mengingatkan, program pembangunan 80 ribu Kopdes Merah Putih secara resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2025. Harapannya, koperasi ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa, memperkuat kemandirian masyarakat, sekaligus mewujudkan pemerataan ekonomi nasional.
Pendanaan program ini melibatkan APBN, APBD, Dana Desa, serta dukungan BUMN, khususnya PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) yang ditugaskan membangun gerai, gudang, dan sarana logistik koperasi.
Setiap unit koperasi akan mendapatkan plafon Rp3 miliar, dengan Rp2,5 miliar dialokasikan untuk investasi capital expenditure (capex) berupa pembangunan fisik dan kelengkapan operasional. Sedangkan Rp500 juta sisanya untuk biaya operasional (opex).
Infrastruktur yang dibangun mencakup tujuh gerai wajib: kantor koperasi, gerai sembako, unit simpan pinjam, klinik desa, apotek desa, gudang berpendingin atau cold storage, serta sarana logistik.
Tinggalkan Komentar
Komentar