periskop.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memberantas praktik rentenir yang selama ini membebani masyarakat kecil, khususnya petani. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pembentukan hingga 80 ribu koperasi desa guna menyediakan akses pembiayaan yang lebih adil dan terjangkau.
Prabowo mengungkapkan, praktik rentenir dengan bunga mencapai 1% per hari sangat memberatkan rakyat kecil. Kondisi ini kerap dialami petani yang membutuhkan dana cepat untuk kebutuhan mendesak, sementara hasil panen baru bisa diperoleh setelah 3 hingga 4 bulan.
"Ada yang lapor ke saya pak sulit pak kita perbaiki nasibnya petani kenapa? Karena petani ini kan dia 120 hari baru panen 3 bulan, 4 bulan di dalam 120 hari kadang-kadang istrinya sakit jadi dia perlu pinjem uang dia pinjem uang dari siapa? dari rentenir dan rentenir itu ngeri dia tuh 1% sehari can you imagine?" kata Prabowo dalam acara diskusi, Senin (23/3).
Sebagai solusi, pemerintah akan memperkuat peran koperasi melalui program Koperasi Merah Putih yang diharapkan mampu menjadi alternatif pembiayaan bagi masyarakat. Melalui koperasi ini, pemerintah menargetkan penyaluran kredit dengan bunga jauh lebih rendah dibandingkan skema pinjaman yang ada saat ini.
"Saya tanya jadi gimana caranya pak? harus ada kooperasi pak jadi kooperasi itu bisa, kita bikin kooperasi ini adalah apa ya, ini adalah penindasan manusia ke manusia masa orang miskin dikenakan 1% sehari itu satu jadi sekarang dengan kooperasi merah putih, kita akan siapkan kredit murah kredit murah," tegasnya.
Kepala Negara itu menyoroti ketimpangan suku bunga kredit, di mana pelaku usaha kecil bisa dikenakan bunga hingga 20–24% per tahun, sementara perusahaan besar hanya sekitar 9-12%. Menurutnya, kondisi tersebut tidak adil dan harus diperbaiki.
"Nanti kooperasi merah putih harus di bawah itu kalau perlu 6% setahun bisa jadi benar-benar kekuatan ekonomi kita besar hanya tinggal di organisir tinggal di organisir jadi jangan ke arah ada krisis," tutup Prabowo.
Tinggalkan Komentar
Komentar