periskop.id - Potensi ekonomi syariah di Indonesia semakin nyata, tetapi tantangan struktural masih menjadi hal yang perlu diselesaikan. Prof. Nur Hidayah, Kepala Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF mengungkapkan meskipun sektor ini menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan perjalanan ekonomi syariah tidak bisa hanya diukur dari angka aset dan ekspansi lembaga.
“Pertumbuhan industri syariah terus terlihat di berbagai sektor. Aset perbankan syariah melonjak, pasar modal berbasis syariah semakin solid, dan industri halal kian menggeliat. Ini membuat Indonesia konsisten berada di jajaran atas global Islamic indicator,” ujar Nur dalam agenda Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia di Menara Bank Mega, Jakarta Selasa (24/2)
Namun, menurutnya geliat pertumbuhan tidak selalu berarti penguatan nilai dan fondasi sistem. Ekspansi lembaga dan pertumbuhan aset memang positif, tapi itu belum tentu membawa transformasi sistem yang adil dan berkelanjutan.
"Kita harus mampu memastikan bahwa ekonomi syariah benar-benar memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata,” tegas Nur
Ia menambahkan, fragmentasi ekosistem masih menjadi kendala utama. Akademisi, pelaku industri, dan regulator saat ini bergerak belum sepenuhnya seirama, sehingga penerjemahan prinsip-prinsip syariah ke instrumen yang berdampak langsung terhadap masyarakat masih terhambat.
Di tengah ketidakpastian global saat ini mulai dari krisis geopolitik, perubahan iklim, hingga disrupsi kecerdasan buatan dan pergeseran arsitektur keuangan dunia ekonomi syariah dituntut untuk tidak sekadar adaptif, tetapi juga transformatif.
"Ini bukan sekadar soal pertumbuhan ekonomi, tapi soal membangun sistem yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Kerja sama lintas pihak menjadi kunci agar ekonomi syariah bisa menjadi pilar baru pertumbuhan nasional,” sambung Nur
Dengan momentum pertumbuhan yang ada, Nur mengklaim Indonesia berpeluang menegaskan posisinya sebagai pemain utama ekonomi syariah global, asalkan sinergi antara akademisi, industri, dan regulator bisa benar-benar diwujudkan.
"Ekonomi syariah bukan sekadar tren, tapi alat strategis untuk membangun pertumbuhan yang adil dan merata," pungkasnya
Tinggalkan Komentar
Komentar