periskop.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan kebijakan diskon tiket pesawat pada masa mudik Lebaran tidak berdampak negatif terhadap keuangan maskapai. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan seluruh skema insentif sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah.
"Yang pasti itu kebijakan pemerintah. Kita tidak mengganggu airlines," kata Dudy saat ditemui di Gambir, Jakarta, Rabu (25/2).
Pernyataan tersebut merespons rentetan keluhan terkait penerapan diskon tiket pada periode libur sebelumnya. Sejumlah pihak sempat menilai kebijakan potongan harga berpotensi merugikan pelaku industri penerbangan.
Pemerintah merancang stimulus tiket penerbangan ini menggunakan mekanisme fiskal secara terukur. Kemenhub sama sekali tidak memangkas target pendapatan perusahaan maskapai udara.
"Pemerintah memberikan keringanan pajak, biaya handling di bandara, PJP2U, dan juga avtur. Jadi stimulusnya berasal dari pemerintah, bukan dari maskapai," ujarnya.
Pendekatan ini membuat program diskon sukses mendorong mobilitas masyarakat tanpa menekan operasional bisnis. Pemerintah bahkan menaikkan besaran stimulus tiket pesawat mudik menjadi 18% tahun ini.
Angka tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan periode angkutan Lebaran tahun lalu. Pemerintah sebelumnya hanya mematok besaran insentif tiket pesawat di kisaran 14%.
"Skemanya kami susun agar masyarakat terbantu, tapi maskapai tetap berjalan sehat," tegasnya.
Selain mengurus stabilitas harga tiket, Kemenhub terus mematangkan persiapan angkutan mudik secara menyeluruh. Pelaksanaan tahun ini tetap mengacu pada pola penanganan periode sebelumnya dengan beberapa penyempurnaan.
"Treatment-nya kurang lebih sama seperti tahun kemarin, karena kita merujuk pada pengalaman sebelumnya yang alhamdulillah berjalan baik. Tahun ini kita harapkan bisa lebih baik lagi," tuturnya.
Petugas akan memperketat pengawasan lalu lintas pergerakan penumpang di berbagai titik krusial jalur mudik. Posko pengamanan di bandara, terminal, hingga simpul transportasi utama dipastikan terus beroperasi optimal.
"Pengawasan harus kita lakukan terus, apalagi pada saat puncak mudik nanti," tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar