periskop.id - Pemerintah menyiapkan langkah tambahan untuk meningkatkan keselamatan pemudik selama arus mudik Lebaran tahun ini. Salah satu strategi yang ditempuh adalah memanfaatkan masjid di sepanjang jalur mudik sebagai titik istirahat alternatif, terutama bagi pengendara sepeda motor yang rentan mengalami kelelahan di perjalanan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 April. Meski demikian, pemerintah berharap kepadatan kendaraan tidak terkonsentrasi dalam satu hari, seiring penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang memberi fleksibilitas waktu bagi masyarakat untuk memulai perjalanan mudik.

“Kalau hitungannya puncak mudik itu 18 April. Tapi dengan WFA, kita harapkan puncaknya bisa kita sebar, bisa kita distribusikan ke tanggal-tanggal mulai hari Jumat,” ujar Dudy saat ditemui di Gambir, dikutip Rabu (25 Februari).

Selain pengaturan waktu perjalanan, pemerintah juga menaruh perhatian pada kondisi fisik pemudik. Untuk itu, Kementerian Perhubungan menggandeng Kementerian Agama guna membuka akses masjid di jalur mudik agar dapat dimanfaatkan sebagai tempat singgah sementara.

“Kita bekerja sama dengan Kemenag, supaya khususnya pengendara kendaraan roda dua tidak terlalu memaksakan diri dalam perjalanannya. Kalau ada masjid, kita siapkan masjid supaya mereka bisa menggunakan masjid sebagai tempat istirahat, juga mampir beribadah,” katanya.

Menurut Dudy, keberadaan masjid sebagai titik istirahat diharapkan dapat menjadi alternatif selain rest area dan pos pengamanan. Dengan lebih banyak pilihan tempat singgah, pemudik diimbau untuk tidak memaksakan perjalanan ketika kondisi tubuh mulai menurun.

Ia menilai kelelahan masih menjadi salah satu faktor utama kecelakaan selama periode mudik, terutama bagi pemudik sepeda motor yang menempuh perjalanan jarak jauh. Karena itu, pemerintah mendorong pemudik untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia demi menjaga keselamatan.

Selain itu, Kementerian Perhubungan memastikan pengawasan selama arus mudik tetap dilakukan secara intensif. Posko-posko pemantauan akan diaktifkan di berbagai simpul transportasi, termasuk jalan nasional, terminal, pelabuhan, dan bandara.

“Pengawasan harus terus kita lakukan, apalagi pada saat puncak mudik. Kita ingin memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar,” ujar Dudy.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan matang, memeriksa kondisi kendaraan sebelum berangkat, serta memanfaatkan waktu istirahat secara optimal. Dengan kombinasi pengaturan lalu lintas, kebijakan WFA, dan penyediaan titik istirahat seperti masjid, pemerintah berharap pelaksanaan mudik Lebaran tahun ini dapat berlangsung lebih tertib dan minim risiko.