periskop.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendukung langkah investigasi untuk mendalami penyebab kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4) malam.

 

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi mengatakan investigasi bakal dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) beserta pihak berwenang lainnya.

 

"Selain itu, Kemenhub juga mendukung langkah-langkah investigasi dari KNKT dan pihak terkait guna mendalami penyebab insiden tersebut," kata Dudy.

 

Dudy memastikan percepatan evakuasi insiden tabrakan kereta api antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek itu.

 

"Kemenhub (Kementerian Perhubungan) memastikan evakuasi dilakukan secara cepat dengan mengutamakan keselamatan korban terdampak," ungkapnya.

 

Untuk diketahui, Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line yang tengah berada di jalur stasiun.

 

Benturan tersebut mengakibatkan kerusakan fisik serius pada bagian belakang rangkaian KRL, tepatnya di gerbong khusus wanita.

 

Laporan sementara menyebutkan sebanyak tiga orang meninggal dunia, serta 29 lainnya luka-luka dalam insiden tersebut.

 

Para korban dirujuk ke beberapa fasilitas kesehatan terdekat, di antaranya ke RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi.

 

Kecelakaan juga mengakibatkan perjalanan kereta api di wilayah Bekasi Timur, tepatnya di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 terganggu.

 

KAI memastikan bahwa petugas di lapangan telah bergerak cepat untuk melakukan penanganan dan pengamanan lokasi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna mempercepat proses evakuasi dan pemulihan perjalanan.

 

Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik aliran atas (LAA) pada lintas Cibitung–Bekasi Timur dan emplasemen Bekasi Timur untuk sementara dinonaktifkan.