periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang tengah memanas saat ini bisa berpotensi berdampak terhadap perekonomian Indonesia, terutama melalui jalur energi, logistik, dan pariwisata. 

Menurut Airlangga, dampak paling awal yang terasa adalah terganggunya pasokan minyak global. Selain itu, konflik juga berisiko mengganggu transportasi dan rantai logistik internasional.

‎"Ya pertama yang terganggu kan pasti supply minyak. Yang kedua transportasi logistik. Dan yang ketiga tentunya kita melihat turisme akan sangat terganggu," ucap Airlangga kepada media, Jakarta, Senin (2/3). 

‎Menurut Airlangga, dampak terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat bergantung pada durasi dan eskalasi konflik. Jika ketegangan berlangsung singkat, dampaknya dinilai relatif terbatas. Namun apabila konflik meluas dan berkepanjangan, tekanan terhadap ekonomi global bisa semakin besar.

‎Mengenai potensi pengaruh terhadap ekspor Indonesia, termasuk ke negara-negara kawasan seperti Uni Emirat Arab (UAE) dan Bahrain, Airlangga menyebut hal tersebut sangat tergantung pada perkembangan situasi.

‎"Ya kalau negara tergantung juga berapa lama. Balik lagi kita monitor aja bahwa perang ini lama atau perang 12 hari atau perang berapa jauh," jelasnya.